Kejaksaan Tokyo Siap Tuntut Ghosn dan Nissan

foto: istimewa

Pasardana.id - Kejaksaan Tokyo telah menyatakan kesiapan untuk menuntut mantan chairman perusahaan otomotif Jepang Nissan Motor Company Carlso Ghosn atas tuduhan melakukan tindak kejahatan keuangan.

Menurut laporan harian bisnis Nikkei, seperti dilansir Reuters pada Jumat (7/12/2018), tuntutan akan diajukan awal pekan depan. Selain Ghosn, kejaksaan Tokyo juga akan melakukan penuntutan terhadap Nissan dan mantan eksekutif Nissan Greg Kelly.

Penangkapan yang dilakukan pihak berwajib Jepang terhadap Ghosn dan Kelly pada 19 November lalu mengejutkan industri otomotif dan mengancam kelangsungan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Motors. Ghosn telah dipecat oleh Nissan dan Mitsubishi Motors, namun masih menjabat sebagai chairman dan CEO Renault.

Ghosn ditangkap dengan tuduhan berkonspirasi untuk melakukan pelaporan penerimaan yang hanya mencapai setengah dari 10 miliar yen, atau sekitar Rp1,283 triliun, yang diterimanya dari Nissan dalam periode lima tahun sejak 2010. Kelly dituduh membantu Ghosn dalam membuat laporan palsu.

Masa penahanan Ghosn dan Kelly akan berakhir pada Senin (10/12/2018) dan kejaksaan Tokyo harus memutuskan apakah kedua orang tersebut harus dituntut, dilepaskan, atau ditahan kembali atas tuduhan baru.

Dalam laporannya, Nikkei menyebutkan bahwa Ghosn, Kelly, dan Nissan akan menghadapi tuntutan terkait terjadinya pelaporan penerimaan yang lebih rendah dari kenyataan dalam lima laporan tahunan yang berlangsung sampai Maret 2015.

Ghosn dan Kelly juga berpeluang untuk ditahan kembali dengan tuduhan baru melakukan laporan palsu selama tiga tahun beruntun.

Membuat pernyataan bohong dalam laporan tahunan adalah tindak kejahatan yang tidak hanya ditanggung oleh individu pelaku di Jepang, namun juga oleh korporasi tempat berlangsungnya tindak kejahatan tersebut. Dengan demikian, Nissan pun turut menghadapi tuntutan hukum akibat perbuatan Ghosn.