Indeks Nikkei Meningkat 0,82 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, meningkat 177,06 poin, atau sekitar 0,82 persen, pada Jumat (7/12/2018), menjadi 21.678,68. Indeks Topix juga menguat, naik 0,61 persen menjadi 1.620,45 poin.

Peningkatan yang berlangsung hari ini memutus penurunan indeks Nikkei tiga sesi beruntun sebelumnya. Namun dalam sepekan terakhir, indeks Nikkei anjlok 3 persen akibat kekhawatiran berlangsungnya resesi.

“Kondisi Wall Street mendukung peningkatan yang terjadi, namun secara keseluruhan belum terjadi banyak perubahan. Pasar masih memiliki kehawatiran terhadap situasi perdagangan global,” kata Yoshinori Ogawa, senior strategist Okasan Securities, seperti dikutip Reuters.  

“Hubungan Amerika Serikat-Tiongkok kemungkinan akan terus tidak stabil pekan depan dan keadaan ini akan mempengaruhi perdagangan saham,” jelasnya.

Saham defensif seperti saham sektor barang konsumsi, kesehatan, dan utilitas meningkat di tengah kehati-hatian para investor.

Saham jaringan waralaba toko kelontong FamilyMart UNY Holdings melambung 3,3 persen, saham perusahaan kimia dan kosmetik Kao Corporation meningkat 2,4 persen, dan saham perusahaan listrik Tokyo Electric Power Company Holdings melonjak 2,6 persen.

Saham Fujitsu dan NEC masing-masing melambung 3,1 persen dipicu ekspektasi peningkatan permintaan peralatan telekomunikasi setelah pemerintah Jepang berencana untuk melarang berlangsungnya pembelian peralatan telekomunikasi dari Huawei Technologies Company dan ZTE Corporation untuk kebutuhan kantor pemerintahan.

Saham Yamato Holdings melambung 3,4 persen setelah perusahaan layanan pengiriman barang tersebut menyebutkan jumlah pengiriman paket kecil meningkat 3,6 persen pada November dari bulan yang sama tahun lalu.

Saham perusahaan tekstil Kurabo Industries meroket 6,6 persen setelah harian bisnis Nikkei melaporkan bahwa perusahaan ritel online pakaian ZOZO Inc akan menggunakan benang dari Kurabo dalam pakaian produksinya.

Saham perusahaan yang bergerak di bidang industri perminyakan anjlok seiring jatuhnya harga minyak dunia. Saham Inpex Corporation, Japan Petroleum Exploration Company, Idemitsu Kosan, dan Showa Shell Sekiyu KK masing-masing melorot 1,13 persen, 2,16 persen, 4,52 persen, dan 3,85 persen.

Nilai tukar dolar AS terhadap yen berada di kisaran 112,79 yen per dolar AS.