ANALIS MARKET (06/12/2018) : IHSG Hari Ini Berpotensi Terkoreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (05/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 19.74 poin (-0.32%) menjadi 6,133. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar pada sektor industri dasar (+1.70%), agrikultur (+1.61%).

Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor aneka industry (-1.71%) , properti (-0.78%). Adapun investor asing melakukan aksi net sell di semua perdagangan sebesar Rp709.2 milyar.

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa faktor yang layak dicermati para pelaku pasar diperdagangan hari ini, Kamis (06/12/2018), antara lain; para anggota parlemen Inggris hari Selasa (04/12) memulai debat lima hari tentang draft perjanjian antara Inggris dan Uni Eropa soal prosedur Brexit.

Tanggal 11 Desember, pemungutan suara akan dilakukan di parlemen untuk menentukan nasib perjanjian itu.

Semakin draft ini cepat selesai dibahas, maka akan semakin baik bagi kelanjutan Brexit yang akan keluar pada bulan Maret 2019 nanti.

Sementara itu, Fitch dalam Global Economic Outlook kemarin (05/12) menyatakan, bahwa pertumbuhan global 2018 dan 2019 tidak akan berubah banyak.

Tahun 2018 yang diproyeksikan mencapai 3.3% akan turun menjadi 3.1% di tahun 2019, dan akan kembali turun menjadi 3% pada tahun 2020, resiko dagang tetap menjadi salah satu faktor utama. Begitupun dengan pertumbuhan Zone Eropa yang diprediksi turun di tahun 2018 dari 2% menjadi 1.9%, dan pada tahun 2019 akan turun dari 1.8% menjadi 1.7%.

Ditengah-tengah perlambatan pertumbuhan global, Fitch juga menyampaikan bahwa Emerging Markets pada tahun 2019 dan 2020 akan membuat kondisi keuangan menjadi lebih ketat lagi khususnya di India, Indonesia, dan Turki.

Kenaikkan tingkat suku bunga The Fed pada tahun 2019 diproyeksi mengalami kenaikkan sebanyak 3x, namun Fitch justru tidak melihat adanya kenaikkan tingkat suku bunga pada zona Eropa.

Fitch juga menaikkan proyeksi harga minyak di jangka pendek dan menengah. Untuk jangka pendek, yakni pada tahun 2018, Fitch memroyeksikan harga brent menjadi US$ 72,5/barel, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 70/barel.

Sementara, harga light sweet diestimasikan di angka US$ 65,50/barel, naik dari ramalan sebelumnya sebesar US$ 65/barel.

Fitch meyakini bahwa harga brent akan mendapat dukungan oleh keputusan pertemuan tahunan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra produsen non-OPEC (termasuk Rusia) pada 6 Desember mendatang.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, Indeks IHSG hari ini berpotensi terkoreksi dengan support dan resistance di level 6,087-6,155,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (06/12/2018).