Indeks Kospi Merosot 0,82 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 17,58 poin, atau sekitar 0,82 persen, pada Selasa (4/12/2018), menjadi 2.114,35. Volume perdagangan moderat mencapai 498,74 juta saham senilai 5,43 triliun won atau sekitar US$4,9 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 433 berbanding 393.

Investor institusi menjual saham senilai 361 miliar won, seiring aksi ambil untung memanfaatkan peningkatan indeks Kospi sebesar 1,7 persen pada sesi sebelumnya. Sebaliknya nvestor individu dan asing secara total melakukan pembelian saham senilai 341 miliar won.

“Setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer, salah satu anggota kabinet pemerintah AS yang paling konservatif, untuk mengepalai negosiasi dengan Tiongkok, para investor mungkin berpikiran bahwa perang dagang mungkin tidak akan berakhir dalam waktu dekat,” kata Suh Sang-Young, analis Kiwoom Securities, seperti dikutip Yonhap News.

AS dan Tiongkok pada akhir pekan lalu mencapai kesepakatan untuk tidak kembali memberlakukan tarif baru terhadap barang impor dari masing-masing negara dan akan membentuk perjanjian dagang baru yang saling menguntungkan dalam 90 hari ke depan.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing anjlok 2,54 persen dan 2,13 persen. Saham perusahaan otomotif Hyundai Motor Company merosot 0,92 persen dan saham perusahaan baja POSCO anjlok 1,73 persen.

Sebaliknya, saham perusahaan utilitas Korea Electric Power Corporation melambung 2,86 persen dan saham perusahaan tembakau KT&G Corporation melonjak 1,45 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar AS, naik 5,40 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.105,30 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,3 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 58,10 poin, atau sekitar 1,01 persen, menjadi 5.713,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Malaysia melemah, sedangkan Bursa Filipina, Indonesia, dan Vietnam menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, naik 11,16 poin, atau sekitar 0,42 persen, menjadi 2.665,96. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 78,40 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 27.260,44.