Indeks Kospi Melambung 1,67 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, melambung 35,07 poin, atau sekitar 1,67 persen, pada Senin (3/12/2018), mencapai 2.131,93 yang merupakan angka penutupan tertinggi sejak 22 Oktober lalu.

Volume perdagangan mencapai 428,9 juta saham senilai 5,43 triliun won atau sekitar US$4,89 miliar, dengan saham yang naik melampaui yang turun 648 berbanding 186.

Indeks Kospi melambung seiring sentimen positif yang ditimbulkan hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina, akhir pekan lalu.

Pertemuan pemimpin kedua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut menghasilkan kesepakatan tidak kembali diberlakukannya tarif baru terhadap barang impor dari masing-masing negara. AS dan Tiongkok juga akan membentuk perjanjian dagang baru dalam 90 hari ke depan.

Investor asing dan institusi masing-masing melakukan pembelian saham senilai 3,23 miliar won dan 1,33 miliar won.

“Isu-isu terkait perdagangan telah mengganggu para investor selama berbulan-bulan. Sekarang, sebagian besar ketidakpastian telah terhapuskan,” kata analis Yuanta Securities Korea Company, seperti dikutip Yonhap News.

Saham perusahaan yang berorientasi ekspor berakhir di teritori positif. Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing melambung 3,35 persen dan 1,29 persen. Saham perusahaan yang bergerak di industri otomotif, Hyundai Motor dan Hyundai Mobis, masing-masing melonjak 1,40 persen dan 0,55 persen.

Saham perusahaan yang bergerak di industri perminyakan, SK Innovation dan S-Oil, juga meningkat signifikan, masing-masing melambung 3,56 persen dan 4,07 persen.

Nilai tukar won menguat tajam terhadap dolar AS, naik 10,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.110,7 won per dolar AS.

Secara umum sentimen positif meliputi bursa saham Asia hari ini seiring meredanya ketegangan AS-Tiongkok di bidang perdagangan. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melambung 1,8 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia melambung 104 poin, atau sekitar 1,84 persen, menjadi 5.771,20. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai dengan penguatan, termasuk juga di Indonesia.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melambung 66,61 poin, atau sekitar 2,57 persen, menjadi 2.654,80. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong meningkat 675,29 poin, atau sekitar 2,55 persen, menjadi 27.182,04.