Indeks Kospi Merosot 1,06 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, merosot 21,97 poin, atau sekitar 1,06 persen, pada Senin (10/12/2018), menjadi 2.053,79. Volume perdagangan moderat mencapai 335,92 juta saham senilai 4,53 triliun won atau sekitar US$4,02 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 676 berbanding 173.

Investor asing menjual saham senilai 270,9 milliar won, sedangkan investor institusi dan individu masing-masing membeli saham senilai 116,4 miliar won dan 133,7 miliar won.

“Di saat tidak ada petunjuk positif, para investor kembali mengkhawatirkan mencuatnya tensi Amerika Serikat dan Tiongkok di bidang perdagangan,” ungkap Seo Sang-Young, analis Kiwoon Securities, seperti dikutip Yonhap News.

CFO Huawei Technologies Company Meng Wanzhou ditangkap di Kanada atas permintaan otoritas AS pekan lalu, mengakibatkan upaya perbaikan hubungan AS-Tiongkok terancam menjadi sia-sia. Data perdagangan terbaru Tiongkok menunjukkan pelemahan, mengindikasikan perlambatan pertumbuhan permintaan global.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics anjlok 1,83 persen dan saham SK Hynix terjun 1,95 persen. Saham perusahaan kimia LG Chem turun 1,85 persen dan saham perusahaan baja POSCO merosot 0,6 persen. Saham perusahaan farmasi Celltrion melorot 0,41 persen dan saham perusahaan otomotif Hyundai Motor melemah 0,45 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 6,7 won menjadi 1.126,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia terjun 129 poin, atau sekitar 2,27 persen, menjadi 5.552,50. Bursa saham Asia Tenggara diwarnai dengan sentimen negatif, termasuk juga di Indonesia. Bursa Thailand tutup sehubungan libur perayaan Hari Konstitusi.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 21,31 poin, atau sekitar 0,82 persen, menjadi 2.584,58. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 311,38 poin, atau sekitar 1,19 persen, menjadi 25.752,38.