Resmi Raih Izin Pengiriman Uang dari MAS dan BI, Wallex Siap Bidik Pasar Indonesia

foto : istimewa

Pasardana.id – Setelah resmi meraih Izin Pengiriman Uang dari Monetary Authority of Singapore (MAS) di Singapura dan Izin Transfer Dana dari BI, Wallex Technologies, perusahaan ‘fintech’ yang menyediakan jasa pengiriman dana dari dan menuju bank, mengumumkan langkahnya untuk merambah Indonesia.

“Peluncuran Wallex secara resmi di Indonesia menandai tonggak penting bagi masa depan pertumbuhan kami. Ada beberapa inefisiensi yang ditemui ketika melakukan transaksi internasional di Indonesia; dari batas transaksi bulanan hingga mengisi formulir panjang secara manual, belum lagi arus lalu-lintas dana dari dan menuju bank — kami memangkas semua kendala tersebut dengan menghadirkan pengalaman daring (online) yang mudah. Kami telah mengatasi sendiri sejumlah hambatan itu, dan kini kami memiliki solusinya,” ungkap Hiroyuki Kiga, salah satu pendiri dan COO Wallex, dalam siaran pers, Kamis (08/11).

Adapun Wallex Indonesia akan berfokus melayani para pelanggan UKM di beragam sektor.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, berbagai UKM di Indonesia menyerap 97% tenaga kerja di dalam negeri, dan 56% dari total investasi bisnis.

Asal tahu saja, Singapura dan Indonesia adalah mitra dagang berskala besar dengan perdagangan barang-barang senilai hampir USD 28 miliar (data OEC) pada 2016.

Lebih lanjut, Hiroyuki menjelaskan, dengan dashboard daring yang ringkas, para pelanggan UKM kini bisa melihat dan mengunci sejumlah tarif, membuat instruksi pembayaran serta mengunggah dokumen-dokumen yang mendasari transaksi, semua itu dapat dilakukan pada satu platform.

Wallex menawarkan kurs valas (FX) yang kompetitif dalam 30 mata uang dunia, dan hanya mengenakan biaya minimum sebesar Rp 100.000 dalam setiap pengiriman dana dengan jumlah berapa pun. Layanan ini juga tersedia dalam 24 jam setiap hari.

“Kami yakin, Wallex menyediakan solusi menarik bagi sejumlah kendala yang dihadapi UKM dalam hal pembayaran lintas negara. Investasi kami di Wallex telah membuat BCA bisa lebih baik lagi memahami peran transformasi digital bagi perbankan, dan bagaimana kami bisa melayani para pelanggan dengan lebih baik lagi,” ungkap Armand Widjaja, Central Capital Ventura (unit bisnis milik Bank Central Asia di sektor Investasi tekfin).

Saat ini, Wallex Indonesia telah menggaet beragam pelanggan UKM, sebagian besar bergerak di sektor impor barang dan juga melayani berbagai orang yang melakukan pembayaran untuk biaya sekolah di luar negeri.

Dengan dukungan dari sejumlah investor lokal seperti Central Capital Ventura, Wallex kelak memperluas hubungannya dengan BCA dalam rangka menyajikan layanan pembayaran valas dan lintasnegara bagi berbagai UKM.