ANALIS MARKET (08/11/2018) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Rp14.650 - Rp14.650 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terindikasi dari indeks futuresnya yang hampir semuanya hijau, dan terbantu dengan sentimet positif indeks global yang kompak naik semalam (07/11), walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini.

“Tetapi kemungkinan rupiah akan melemah menuju kisaran Rp.14.650 - Rp.14.650 per USD (kurs tengah Bloomberg) karena penguatan tajam dalam dua hari terakhir,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Kamis (08/11/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan, posisi cadangan devisa BI per Oktober 2018 tercatat US$115,2 miliar, atau naik dari US$114,8 miliar pada September 2018.  Posisi ini setara dengan 6,4 bulan impor dan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Pada minggu lalu, BI juga menambah bantalan valas dengan bilateral currency swap dengan MAS senilai US$10 miliar.

“Posisi cadev yang meningkat ini menambah keyakinan terhadap rupiah yang masih  mempunyai volatilitas cukup tinggi saat ini,” jelas Lana.

Adapun Rupiah menguat 580,5 poin dari posisi Rp.15.127,5 per USD pada Kamis (01/11) minggu lalu. Penguatan juga terjadi pada mata uang non USDolar lainnya.

“Ada kombinasi faktor global dan domestik yang mendukung penguatan rupiah tersebut. Namun penguatan ini perlu pengujian lebih lanjut ketika The Fed naikkan suku bunganya pada FOMC Desember mendatang,” tandas Lana.