ANALIS MARKET (08/11/2018) : Harga SUN Diproyeksi Kembali Berpeluang Mengalami Kenaikan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pada perdagangan hari ini, Kamis (08/11/2018), diperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) kembali berpeluang untuk mengalami kenaikan, yang akan didukung oleh faktor pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Demikian diungkapkan anali fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra dalam laporan riset yang dirilis Kamis (08/11/2018).

“Hanya saja kenaikan harga akan membuat peluang terjadinya aksi ambil untung, seiring dengan harga Surat Utang Negara yang telah memasuki area jenuh beli (overbought),” jelas I Made.

Adapun dari faktor eksternal, lanjutnya, pelaku pasar akan mencermati hasil dari Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika (FOMC Meeting) yang akan berakhir pada hari ini, Kamis (08/11/2018) waktu setempat.

Sementara itu, dari faktor internal, data neraca pembayaran kuartal III tahun 2018 yang akan disampaikan oleh Bank Indonesia pada hari Jum'at, 9 November 2018 akan menjadi perhatian investor. Melebarnya defisit neraca berjalan akan membatasi penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Adapun secara teknikal, sambung I Made, kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah mendorong harga Surat Utang Negara pada area jenuh beli (overbought), dimana kondisi tersebut membuka peluang terjadinya koreksi harga.

Sementara itu, adanya kenaikan harga yang masih mendorong harga Surat Utang negara berada pada tren kenaikan harga yang didapati pada keseluruhan tenor Surat Utang Negara.

“Berlanjutnya kenaikan harga akan merubahan tren perubahan harga dalam jangka menengah, dari tren konsolidasi menjadi tren kenaikan harga,” tutur I Made.

Rekomendasi :

Tren kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuka peluang terjadinya aksi ambil untung oleh investor.

Beberapa seri Surat Utang Negara yang telah memasuki area jenuh beli (overbought) berpeluang lebih besar untuk mengalami profit taking dibandingkan dengan seri lainnya yang baru berada pada area yang mendekati sinyal jenuh beli.

Dengan kondisi tersebut kami menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder dengan strategi trading memanfaatkan momentum kenaikan harga.

Beberapa seri yang dapat dicermati adalah sebagai berikut : SR008, SR009, FR0053, FR0061, FR0035, FR0043 dan FR0070. Adapun peluang terjadinya profit taking didapati pada seri FR0059, FR0064, FR0078, FR0065, FR0072 dan FR0075.

Adapun PT Pemeringkat Efek Indonesia menetapkan peringkat "idAAA" terhadap PT BCA Finance.