Indeks Kospi Merosot 0,91 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi merosot 19,08 poin, atau sekitar 0,91 persen, pada Senin (5/11/2018), menjadi 2.076,92. Volume perdagangan tipis hanya mencapai 353,46 juta saham senilai 4,83 triliun won atau sekitar US$4,3 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 546 berbanding 297.

Penurunan angka indeks terjadi setelah para investor berhati-hati terhadap hasil midterm election di Amerika Serikat dan keputusan Federal Reserve AS terkait suku bunga di tengah terus berlarutnya tensi perdagangan global.

“Kekhawatiran terhadap tensi AS-Tiongkok di bidang perdagangan kembali mencuat, setelah Gedung Putih menyangkal laporan yang menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan para pembantunya untuk membuat kesepakatan yang dapat menuntaskan permasalahan di bidang perdagangan dengan Tiongkok,” kata Kim Yoo-Kyeom, analis Cape Investment & Securities, seperti dikutip Yonhap News.

“Para investor juga terlihat melakukan wait-and-see akan pengaruh hasil midterm election dan suku bunga Federal Reserve,” ungkap Kim lebih lanjut.

Midterm election di Negeri Paman Sam akan berlangsung Selasa (6/11/2018). Pertemuan Federal Reserve AS berlangsung Rabu (7/11/2018) dan Kamis (8/11/2018).

Indeks Kospi sempat anjlok sekitar 2 persen hari ini, namun pada akhirnya terdongkrak pembelian investor individu. Investor institusi dan asing masing-masing menjual saham senilai 483,5 miliar won dan 54 miliar won. Investor individu membeli saham senilai 518,4 miliar won.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing merosot 0,97 persen dan 2,89 persen. Saham perusahaan yang bergerak di bidang industri kimia juga melemah secara signifikan, dengan saham LG Chem dan LG Household & Health Care masing-masing turun 0,56 persen dan 2,67 persen.

Saham perusahaan baja POSCO anjlok 3,28 persen dan saham perusahaan otomotif Hyundai Motor terjun 5,45 persen. Sebaliknya saham perusahaan biofarmasi Celltrion meningkat 1,48 persen dan saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom Company melonjak 2,33 persen.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 1,9 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.123,5 won per dolar AS.

Secara umum bursa saham Asia diwarnai dengan pelemahan hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 31,10 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 5.818,10. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Filipina menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, melemah 11,05 poin, atau sekitar 0,41 persen, menjadi 2.665,43. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 551,96 poin, atau sekitar 2,08 persen, menjadi 25.934,39.