Penguatan Rupiah Dukung Kenaikan Harga SUN Diperdagangan Kamis Kemarin

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika mendukung kenaikan harga Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan hari Kamis, 29 November 2018 kemarin.

Dalam laporan riset yang dirilis Jumat (30/11/2018), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra mengungkapkan, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi faktor utama yang mendorong terjadinya kenaikan harga Surat Utang Negara di pasar sekunder pada perdagangan kemarin.

“Penguatan nilai tukar Rupiah tersebut seiring dengan melemahnya nilai tukar Dollar Amerika terhadap mata uang utama dunia sebagai respon atas pidato dari Gubernur Bank Sentral Amerika yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga acuannya telah mendekati kondisi netral. Adapun Investor cukup aktif melakukan transaksi memanfaatkan momentum kenaikan harga Surat Utang negara yang tercermin pada meningkatnya volume perdagangan Surat Berharga Negara,” terang I Made.

Baca juga : Volume SBN Diperdagangan Kamis Kemarin Senilai Rp11,51 Triliun dari 41 Seri

Lebih rinci diungkapkan, kenaikan harga yang terjadi pada hampir keseluruhan seri Surat Utang Negara berkisar antara 2 bps hingga 100 bps, sehingga mendorong terjadinya penurunan imbal hasil yang berkisar antara 1 bps hingga 14 bps dengan rata - rata penurunan imbal hasil sebesar 6 bps.

Sementara itu, harga Surat Utang Negara dengan tenor pendek mengalami kenaikan hingga sebesar 20 bps sehingga tingkat imbal hasilnya turun berkisar antara 3 bps hingga 9 bps.

Adapun Surat Utang Negara dengan tenor menengah mengalami kenaikan harga yang berkisar antara 15 bps hingga 60 bps mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasil yang berkisar antara 3 bps hingga 14 bps.

Sementara kenaikan harga sebesar 5 bps hingga 100 bps yang didapati pada Surat Utang Negara dengan tenor panjang telah mendorong terjadinya penurunan tingkat imbal hasilnya hingga sebesar 11 bps.

Ditambahkan, kenaikan harga juga didapati pada keseluruhan Surat Utang Negara seri acuan, dimana kenaikan harga sebesar 20 bps pada seri acuan dengan tenor 5 tahun telah mendorong terjadinya penurunan imbal hasil sebesar 5 bps di level 7,80%.

Sedangkan seri acuan dengan yenor 10 tahun dan 15 tahun mengalami kenaikan harga masing - masing sebesar 40 bps dan 55 bps sehingga tingkat imbal hasilnya turun sebesar 6,5 bps di level 7,83% untuk tenor 10 tahun dan sebesar 7 bps di level 8,082% untuk tenor 15 tahun.

Sementara itu, untuk seri acuan dengan tenor 20 tahun mengalami kenaikan harga sebesar 100 bps sehingga tingkat imbal hasilnya mengalami penurunan sebesar 11 bps di level 8,190%.

Disisi lain, harga Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika pada perdagangan kemarin juga terlihat mengalami kenaikan di tengah penurunan imbal hasil US Treasury dan membaiknya persepsi risiko yang tercermin pada penurunan angka Credit Default Swap (CDS).

Kenaikan harga terjadi pada hampir keseluruhan seri Surat Utang negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika, dimana harga dari INDO23 mengalami kenaikan sebesar 20 bps yang mendorong terjadinya penurunan imbal hasil sebesar 5,5 bps di level 4,324%.

Adapun harga dari INDO28 mengalami kenaikan sebesar 50 bps yang mendorong terjadinya penurunan imbal hasil sebesar 7,5 bps di level 4,766%.

Sedangkan kenaikan harga sebesar 80 bps yang didapati pada INDO43 telah mendorong terjadinya penurunan imbal hasil sebesar 6,5 bps di level 5,415%.