Generasi Milenial Mendominasi, Realisasi Penjualan Sukuk Tabungan ST002 Tembus Rp4,94 Triliun

foto: istimewa

Pasardana.id - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Dirjen PPR) atas nama Menteri Keuangan melaksanakan Penetapan Hasil Penjualan Sukuk Negara Tabungan (ST) seri ST-002. ST-002 merupakan seri ST pertama yang penjualannya dilakukan secara online (e-SBN) bekerja sama dengan 11 Mitra Distribusi (Midis), terdiri dari 6 bank umum, 1 perusahaan efek, 2 perusahaan efek khusus (APERD financial technology), dan 2 perusahaan financial technology (peer-to-peer lending).

Mengutip situs Dirjen PPR, Rabu (28/11/2018), total volume pemesanan pembelian ST-002 yang telah ditetapkan adalah sebesar Rp4,94 triliun atau mengalami oversubscribed 2,9 kali dari target awal Rp1,71 triliun. Dana hasil penjualan ST-002 tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan APBN 2018, termasuk untuk membiayai proyek-proyek Pemerintah.

Secara rinci, penjualan ST-002 menjangkau 16.477 investor di seluruh provinsi di Indonesia, dengan investor baru  e-SBN (yang belum pernah memesan SBR003 dan SBR004) sebanyak 11.591 investor. Adapun profil investor Sukuk Negara Tabungan seri ST-002 adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah investor terbesar adalah yang melakukan pembelian pada rentang Rp1 juta – Rp100 juta, yang mencapai 59,55%.
  2. Berdasarkan usia, jumlah investor dari generasi Milenial (lahir tahun 1980 – 2000, usia saat ini 18 – 38 tahun) mendominasi dengan porsi mencapai 44,61% dari total jumlah investor, atau sebanyak 7.350 investor. Adapun dari sisi volume pembelian, kelompok Baby Boomers (lahir 1946 – 1964, usia saat ini 54 – 72 tahun) adalah terbesar, yang mencapai 45,44% dari total volume pembelian, atau sebesar Rp2,25 triliun.
  3. Jumlah investor terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Pegawai Swasta yang mencapai 36,49%, selanjutnya kelompok Wiraswasta dan PNS/ TNI/ Polri yang masing-masing mencapai 18,72% dan 11,71%. Adapun volume pembelian terbesar berdasarkan kelompok pekerjaan adalah Wiraswasta yang mencapai 35,03%, disusul oleh Pegawai Swasta dan Ibu Rumah Tangga yang masing-masing mencapai 26,46% dan 14,10%.
  4. Jumlah nominal pembelian ST-002 terbesar berdasarkan wilayah adalah wilayah DKI Jakarta yang mencapai Rp2,26 triliun (45,63%), sedangkan wilayah Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta mencapai Rp2,20 triliun (44,56%), dan wilayah Indonesia Bagian Tengah mencapai Rp452,31 miliar (9,15%).
  5. Rata-rata volume pembelian per investor adalah sebesar Rp300,13 juta.

Adapun selama tahun 2018, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 5 Instrumen SBN Ritel (ORI015, SBR003, SBR004, SR-010, ST-002) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp46,01 triliun. Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.