Indeks Kospi Turun 0,60 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 13,69 poin, atau sekitar 0,60 persen, pada Senin (8/10/2018), menjadi 2.253,83 yang merupakan angka penutupan terendah sejak tujuh pekan lalu. Indeks Kospi telah melemah enam sesi beruntun.

Volume perdagangan tipis hanya 210 juta saham senilai 4,36 triliun won atau sekitar US$3,86 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 586 berbanding 250.

Menurut para analis, para investor khawatir bank sentral Amerika Serika akan mempercepat pengetatan kebijakan moneter tahun depan setelah pimpinan Federal Reserve AS Jerome Powell menyatakan kondisi perekonomian Negeri Paman Sam sangat solid.

“Para investor telah mengabaikan laju pergerakan suku bunga dan kini mereka harus mengubah konsensus terhadap kebijakan moneter AS. Imbal hasil obligasi AS meningkat, sedangkan para investor mencari aset-aset yang lebih aman,” kata Kim Yong-Koo, analis Hana Financial Investment Company, seperti dikutip Yonhap News.

Investor asing menjual saham senilai 176,8 miliar won. Sedangkan investor individu dan institusi masing-masing membeli saham senilai 137,6 miliar won dan 25,8 miliar won.

Saham perusahaan keuangan melemah, dengan saham KB Financial Group dan Mirae Asset Daewoo masing-masing turun 0,36 persen dan 1,39 persen. Saham perusahaan otomotif juga turun, dengan saham Hyundai Motor dan Kia Motors masing-masing merosot 2,01 persen dan 0,88 persen.

Saham perusahaan minyak SK Innovation dan S-Oil masing-masing anjlok 2,9 persen dan 2,56 persen. Sebaliknya, saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing meningkat 0,56 persen dan 1,28 persen.

Nilai tukar won melemah ke level terendah dalam delapan pekan terakhir terhadap dolar AS. Nilai tukar won turun 2,3 won dari sesi sebelumnya, menjadi 1.132,70 won per dolar AS.

Bursa Efek Tokyo, Jepang, libur sehubungan perayaan Hari Kesehatan dan Olahraga. Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia anjlok 85,20 poin, atau sekitar 1,38 persen, menjadi 6.100,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Filipina, Indonesia, dan Malaysia menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, terjun bebas 104,84 poin, atau sekitar 3,72 persen, menjadi 2.716,51 setelah berlangsungnya libur China National Day pekan lalu. Para investor terpengaruh keputusan bank sentral Tiongkok untuk memangkas reserve requirement ratio (RRR) sebesar 100 basis poin mulai 15 Oktober.

Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 370 poin, atau sekitar 1,39 persen, menjadi 26.202,57.