Indeks Kospi Anjlok 1,52 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, anjlok 35,08 poin, atau sekitar 1,52 persen, pada Kamis (4/10/2018), menjadi 2.274,49. Volume perdagangan moderat mencapai 304 juta saham senilai 7,4 triliun won atau sekitar US$6,5 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 587 berbanding 257.

Angka indeks untuk pertama kalinya turun ke bawah level 2.300 sejak mencapai 2.286,23 pada 13 September. Indeks Kospi telah merosot empat sesi beruntun.

“Penguatan dolar Amerika Serikat dan tensi antara AS-Tiongkok membebani pasar saham,” kata Kim Young-Hwan, analis KB Securities Company, seperti dikutip Yonhap News.

Nilai tukar won melemah terhadap dolar AS, turun 10,70 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.129,90 won per dolar AS.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics, SK Hynix, dan LG Electronics masing-masing anjlok 2,19 persen, 2,37 persen, dan 1,29 persen. Saham perusahaan yang bergerak di bidang otomotif Hyundai Motors, Kia Motors, dan Hyundai Mobis masing-masing anjlok 3,11 persen, 3,02 persen, dan 3,9 persen.

Saham perusahaan baja POSCO terjun 6,63 persen. Saham Korea Zinc dan Hyundai Steel masing-masing turun 0,94 persen dan 3,22 persen.

Saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics dan Hanmi Pharmaceutical masing-masing naik 0,69 persen dan 0,86 persen. Saham perusahaan telekomunikasi SK Telecom, KT, dan LG Uplus masing-masing melambung 2,76 persen, 1,02 persen, dan 2,65 persen.

Secara umum bursa saham Asia melemah hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang anjlok 1,7 persen terdampak melonjaknya imbal hasil obligasi AS.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 30,20 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 6.176,30. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Vietnam menguat.

Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong anjlok 467,39 poin, atau sekitar 1,73 persen, menjadi 26.623,87. Bursa saham lainnya di Tiongkok masih tutup sejak awal pekan sehubungan perayaan China National Day.