ANALIS MARKET (11/10/2018) : Kemungkinan Rupiah Bergerak di Kisaran Antara Rp.15.200 - Rp.15.230 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks kemungkinan terkoreksi, ditambah sentimen negatif dari global sell-off semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.

Sedangkan mata uang kuat Asia, Yen dan Sin dolar menguat terhadap USDolar tetapi kemungkinan rupiah melemah dengan sentimen negatif dari eksternal tersebut.

“Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran antara Rp.15.200 - Rp.15.230 per USD walaupun dengan tetap dalam penjagaan BI,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Kamis (11/10/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan, Pemerintah menaikkan harga Pertamax series dengan kenaikan antara Rp.900 - Rp.1.350 per liter, sedangkan jenis premium, pertalite dan solar tetap. Sempat sebelumnya diumumkan jenis premium naik tetapi pemerintah memutuskan untuk menunda, diantaranya karena kekawatiran terhadap daya beli masyarakat.

Penundaan kenaikan premium ini bisa membuat peralihan konsumsi dari pertamax ke premium. PT Pertamina perkirakan volume konsumsi premium mencapai 10,5 juta kilo liter pada tahun 2018.

Sementara dari eksternal, pada perdagangan kemarin (10/10), terjadi global sell-off, bahkan indeks Dow turun 3,2%. Aksi jual ini karena sentimen naiknya imbal hasil obligasi AS 10 T, dan turunnya harga-harga saham berbasis teknologi.  Penurunan ini kemungkinan temporer.