Catat Laba Rp440 Miliar, PPRO Semakin Optimis di 2018

foto: istimewa

Pasardana.id - PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatat pencapaian pemasaran menembus angka Rp3 triliun atau tumbuh 21% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan pemasaran mendorong peningkatan laba bersih perseroan di 2017 yang mencapai Rp440 miliar.

"Saat ini perseroan masih menunggu hasil audit dari KAP atas kinerja 2017, namun kami yakin dan optimis atas pencapaian angka tersebut," jelas Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/1/2017).

Taufik juga yakin, arus kas operasi untuk tahun 2017 akan positif sekitar Rp70 miliar, angka ini jauh lebih baik dari periode yang sama tahun lalu sebesar minus Rp185 miliar.

Penguatan dari sisi arus kas mendorong tercapainya posisi neraca keuangan yang sehat pula. Yang mana per 31 Desember 2017 rasio hutang berbunga terhadap modal sekitar 0,75. Dengan demikian, total utang berbunga perseroan masih berada di bawah satu kali, posisi ini menunjukkan tingkat leverage perseroan yang sangat terkendali.

Taufik mengungkapkan, tahun 2018 bagi PPRO merupakan Harvesting Year, akan difokuskan pada pengembangan landbank yang telah dimiliki.

"Sekitar 297 Ha total lahan yang telah kami miliki dan seluruhnya akan lanjut produksi di tahun ini. Jumlah site proyek yang akan siap dikembangkan ada 26 site yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia antara lain Cibubur, Depok, Semarang, Bandung, Surabaya dan daerah lain," imbuh Taufik.

Manajemen PP Properti pun sudah menyiapkan belanja modal 2018 Rp1,8 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk bayar cicilan land bank, kalaupun ada hutang sifatnya hanya untuk refinancing. Dengan begitu rasio keuangan akan terkendali dimana hutang berbunga akan diminimalisir.

Selain fokus pada pengembangan landbank yang sudah ada, di 2018 ini PPRO akan mulai pengembangan beberapa lokasi TOD dan peningkatan recurring income melalui pembangunan hotel di Lombok dan Labuan Bajo.

Dengan aksi-aksi tersebut manajemen yakin dapat memenuhi komitmennya kepada para pemegang saham untuk pencapaian target kinerja di 2018 yang semakin jauh lebih baik dan bersaing.

"Target perolehan angka pemasaran (pre sales) di 2018 sebesar Rp3,8 triliun atau naik 25% dari tahun sebelumnya dan dengan target pencapaian laba bersih Rp528 miliar atau tumbuh 20% dari pencapaian sebelumnya," tutup Taufik.