ANALIS MARKET (03/1/2018) : Rupiah Berpotensi Menguat Menuju Kisaran Antara Rp.13.500 - Rp.13.510 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia yang “hijau", kemungkinan ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini, walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini.

Adapun tiga mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini.

"Kondisi ini bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.500 - Rp.13.510 per USD," ungkap Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen dalam laporan risetnya yang dilansir dari laman resmi SAM, Rabu (03/1/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan beberapa sentimen yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; Inflasi 2017 tercatat 3,61% yoy, dengan angka inflasi Desember sebesar 0,71% mom.

Sumber inflasi terbesar dari harga yang bergejolak akibat faktor musiman terkait dengan panen yang kurang baik. Sedangkan inflasi inti relatif masih melambat sebagai indikasi masih melambatnya permintaan yang ditengarai sebagian karena daya beli yang melambat.

"Realisasi inflasi ini diatas perkiraan SAM 3,3% yoy, dan masih dalam kisaran target BI 3,5% ±1%, dan asumsi inflasi APBN-P 2017 sebesar 4,3%," ujar Lana.

Sementara itu, kinerja APBN 2017 tercatat dari sisi Penerimaan Negara dan Hibah sebesar Rp.1.655,8 triliun sedangkan Belanja Negara tercatat Rp.2.001,6 triliun, sehingga defisit mencapai 2,57% dari PDB.

"Dibandingkan dua tahun lalu, kinerja APBN-P 2017 ini lebih baik namun belum cukup menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat," tandas Lana.