Wall Street Rekor, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street mengalami rebound pada Kamis (11/1/2018) hingga ketiga angka indeks utama perdagangan saham di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mencapai rekor.

Seperti dilaporkan Xinhua, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 205,60 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 25.574,73. Indeks S&P 500 naik 19,33 poin, atau sekitar 0,70 persen, menjadi 2.767,56. Indeks komposit Nasdaq meningkat 58,21 poin, atau sekitar 0,81 persen, menjadi 7.211,78.

Saham Delta Air Lines melambung 4,76 persen menjadi US$58,52 per saham setelah mencatatkan perolehan laba yang melebihi ekspektasi dalam kuartal akhir tahun lalu. Pada Jumat (12/1/2018), JP Morgan Chase, BlackRock, dan Wells Fargo akan merilis laporan laba kuartal empat 2017.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir seiring melemahnya dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2018 meningkat US$3,2, atau sekitar 0,17 persen, menjadi US$1.322,50 per ons. Indeks dolar AS turun 0,5 persen menjadi 91,86.

Di saat pasar modal AS mengalami rebound, bursa saham Eropa melemah pada Kamis dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,34 persen. Saham telekomunikasi dan ritel menjadi dua sektor dengan kinerja terburuk dengan penurunan masing-masing sebesar 1,49 dan 1,37 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, menguat 14,43 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 7.762,94 yang merupakan angka rekor. Indeks FTSE 100 tiga sesi beruntun menorehkan angka penutupan rekor baru.

Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 78,44 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 13.202,90. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, bergerak naik 6,90 poin menjadi 10.435,20. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, turun 16,13 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 5.488,55.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound melemah ke level terendah dalam sepekan terakhir terhadap euro terpengaruh mencuatnya spekulasi bahwa European Central Bank akan mengubah kebijakan moneternya pada tahun ini.

Nilai tukar pound terhadap euro turun 0,63 persen menjadi 1,1221 euro per pound. Sedangkan terhadap dolar AS. Sedangkan terhadap dolar AS nilai tukar pound menguat 0,25 persen menjadi US$1,3539 per pound.