Bursa Asia Alami Rebound

foto: istimewa

Pasardana.id - Bursa saham Asia mengalami rebound pada Jumat (12/1/2018) setelah sempat diwarnai dengan pelemahan dua sesi beruntun sebelumnya. Seperti dilansir Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,6 persen hari ini, telah lima pekan beruntun angka rata-rata sepekan indeks berada di teritori positif.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, turun 56,61 poin, atau sekitar 0,24 persen, menjadi 23.653,82. Dalam sepekan, angka indeks melemah 0,3 persen.

Saham perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor mengalami penurunan dipicu penguatan nilai tukar yen Jepang. Saham Olympus anjlok 3,8 persen, saham Kyocera merosot 1,7 persen, dan saham Nissan Motor turun 0,8 persen.

Indeks Nikkei tercegah merosot lebih jauh setelah saham Fast Retailing Co melambung 6 persen hari ini dan berkontribusi 104 poin positif terhadap Nikkei setelah mencatatkan lonjakan laba operasional sebesar 28,6 persen sehingga mencapai 113,9 miliar yen pada kuartal akhir tahun lalu.

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 8,51 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 2.496,42. Kenaikan yang terjadi membuat penurunan angka indeks tiga sesi beruntun sebelumnya menjadi berakhir.

Saham Samsung Electronics turun 0,08 persen hari ini, sepanjang pekan ini saham perusahan tersebut terus mengalami penurunan. Saham SK Hynix melonjak 2,48 persen, saham Hyundai Motor melemah 0,65 persen, dan saham POSCO melambung 5,46 persen.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, menguat 3,60 poin, atau sekitar 0,10 persen, menjadi 3.428,94. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 292,15 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 31.412,54.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia bergerak naik 2,50 poin menjadi 6.070,10. Pasar modal Asia Tenggara diwarnai dengan pergerakan positif hari ini, termasuk juga Indonesia.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang melemah 0,6 persen menjadi 111,14 yen per dolar AS. Sedangkan terhadap won Korsel melemah 0,67 persen menjadi 1.064,8 won per dolar AS.