ANALIS MARKET (12/1/2018) : IHSG Hari InI Berpotensi Bergerak Menguat Terbatas di Kisaran 6,349 - 6,415

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian OSO Securities menyebutkan, secara teknikal analis, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat +0.23% ke level 6,386.3 dengan candle bullish, kemarin (11/1).

IHSG sepanjang perdagangan bergerak fluktuatif dengan kecederungan bearish ke level terendah 6,344 dan setelah itu ditutup gap up di akhir perdagangan ke level 6,386.3. Stochastic, RSI bergerak bullish dan MACD masih positif dengan volume meningkat.

“Menyikapi kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan bergerak menguat terbatas di kisaran 6,349 - 6,415,” sebut analis OSO Securities, yang dilansir dari laman resminya, Jumat (12/1/2018). 

Sementara itu, indeks utama bursa Wall Street ditutup dalam zona hijau pada perdagangan semalam (11/01). Indeks Dow Jones menguat 0.81% ke level 25,574.73, S&P naik 0.70% ke level 2,767.56, Dan Nasdaq terangkat 0.81% ke level 7,211.78. 

Adapun Indeks Wall Street berakhir dalam rekor tertinggi seiring penguatan komoditas minyak dan spekulasi atas laporan keuangan kuartal 4 yang akan rilis Jumat pekan ini. 

Sementara itu, harga minyak mencapai rekor tertinggi baru di level USD 63.54 perbarel seiring kekhawatiran pasar terhadap enam gempa melanda Iran dan Irak yang berpotensi mempengaruhi aktivitas pertambangan minyak di wilayah tersebut. Adapun gempa terjadi pada kedalaman 10 km dengan skala 5 SR sehingga menyebabkan kerusakan cukup parah. 

Sentimen positif lain yang menjadi penggerak indeks, yakni terkait pernyataan dari Presiden AS dan Presiden Korea Selatan yang siap melakukan perundingan dengan Korea Utara guna mencapai kestabilan di semenanjung Korea. 

Beberapa rilis data ekonomi AS yaitu : initial jobless claims per 06 Januari sebanyak 261.000 klaim sedikit mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya yang sebanyak 250.000 klaim, data PPI bulan Desember sebesar 2.6% (yoy) melambat dibanding bulan November yang sebesar 3.1% (yoy), serta laporan dari EIA natural gas stocks change per 05 Januari turun -359 Bcf lebih banyak dibanding penurunan sebelumnya sebesar -206 Bcf.