Demi Penghematan, M&S Outsourcing Tim TI

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan ritel Inggris Marks and Spencer (M&S) pada Selasa (9/1/2018) menyebutkan akan melakukan outsourcing terhadap lebih dari setengah tim Teknologi Informasi (TI) dalam upaya menghemat puluhan juta pound sterling.

Seperti dilansir BBC News, sebanyak 30 staf TI M&S akan mengalami perpindahan lokasi kerja dan tugas akibat perubahan yang terjadi. M&S hanya akan mempertahankan tim in-house TI dengan 170 karyawan.

Perubahan yang dilakukan M&S menjadi bagian dari upaya penghematan besar-besaran yang dicanangkan CEO Steve Rowe. Menurut Rowe, outsourcing sebagian besar pekerjaan TI akan membuat M&S menghemat 30 juta pound per tahun dan menghasilkan kinerja yang lebih berpusat kepada konsumen.

Bisnis kami akan lebih cepat, simple, dan berfokus terhadap peningkatan kepuasan konsumen, kata Rowe yang mulai memimpin M&S pada 2016 lalu.

Saat baru ditunjuk menangani M&S, Rowe menyebutkan akan menutup 30 toko ritel pakaian dan mengubah sebagian menjadi toko ritel makanan. Ia menekankan bahwa M&S harus merespon perubahan kebiasaan belanja konsumen, terutama dengan adanya lesatan pertumbuhan ritel online.

Saham M&S di Bursa Efek London, Inggris, menguat 2,41 persen pada Selasa.