Saham|IHSG|Bursa Efek Indonesia|indeks harga saham gabungan|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto: doc Citibank
Pasardana.id Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak mixed cenderung negatif hari ini, mengikuti sentimen bursa regional.
Beberapa faktor mendasari prediksi ini, antara lain; Dow Jones turun 158.1 poin (-0.74%) ditutup pada level 21,320 dipicu penurunan saham sektor teknologi.
Adapun bursa regional pagi ini diperdagangkan cenderung negatif seiring kenaikan tingkat imbal hasil obligasi global.
Sebelumnya, IHSG naik dengan candlestick membentuk pola piercing line mengindikasikan penguatan lanjutan hari ini. Minat jual investor asing semakin meningkat.
Menyikapi beberapa faktor tersebut, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung negatif hari ini mengikuti sentimen bursa regional, sebut analis Kiwoom Sekuritas, yang dilansir dari laman resminya, Jumat (07/7/2017).
Diungkapkan pula, beberapa aksi korporasi dari para emiten juga perlu dicermati pelaku pasar, antara lain;
ADHI - Penurunan anggaran LRT
Nilai investasi proyek light rail transit (LRT) Jabodebek fase satu yang
dikerjakan oleh PT Adhi Karya (ADHI) menurun sekitar 7.26% dari proposal
anggaran biaya pembangunan Kementerian Perhubungan (Kemhub). Anggaran turun
dari Rp 23.4 Triliun menjadi Rp 21.7 Triliun.
ADHI memastikan penurunan anggaran tersebut sesuai amanah Peraturan Presiden nomor 49 tahun 2017 pasal 3 ayat 5 dimana Kemhub memiliki kewenangan melakukan evaluasi teknis dan kewajaran harga dari konsultan. Penilaian investasi LRT turun karena menyesuaikan dengan biaya bahan baku dan biaya jasa konstruksi saat ini.
INTA - Rencana right issue
PT Intraco Penta (INTA) akan melakukan penambahan modal melalui skema right
issue dengan menerbitkan 1.1 miliar saham (35% dari modal disetor) dengan
harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham sehingga INTA akan meraih dana
senilai Rp 232.6 Miliar. Rasio rights issue adalah 13:7. Penerbitan saham
baru melalui right issue akan disertai dengan penerbitan waran seri I
sebanyak banyaknya 756 juta unit dengan 13 saham baru akan disertai sebanyak
20 waran seri I. Harga pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 250 dengan total
penawaran seri I seluruhnya berjumlah maksimal Rp 189 Miliar.
MPMX - Buyback saham
PT Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) telah merealisasikan dana senilai Rp 331.58
Miliar untuk melakukan buyback saham dalam 4 tahun terakhir. Buyback saham
dilakukan karena harga pasar tidak mencerminkan kondisi fundamental
perusahaan. MPMX membukukan kenaikan laba bersih sebesar 80.2%Yoy menjadi Rp
128.9 Miliar pada 1Q 2017 Vs Rp 71.5 Miliar pada 1Q 2016.
PTPP - Akuisisi Lancarjaya Mandiri
PT PP (PTPP) mengakuisisi mayoritas saham PT Lancarjaya Mandiri Abadi melalui
anak usahanya, PT PP Peralatan. Nilai akuisisi Lancarjaya Mandiri ini sekitar
Rp 800 Miliar. Lancarjaya Mandiri memiliki tiga spesifikasi pengerjaan proyek
sipil di bidang rekayasa tanah (earth moving), pengerukan dan penimbunan
tanah untuk proses konstruksi (cut and fill) serta penyedia penyewaan alat
berat. Lancarjaya Mandiri telah menggarap sejumlah kontrak proyek diantaranya
kontrak proyek jalan tol Cikampek-Palimanan. PTPP menargetkan proses akuisisi
dapat selesai pada bulan ini.