Google Hadapi Tuntutan Terkait Diskriminasi Gender

foto: istimewa

Pasardana.id - Tiga mantan karyawati Google Inc telah mengajukan tuntutan hukum terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut dengan tuduhan melakukan diskriminasi gender karena memberi gaji lebih kecil kepada karyawati perusahaan daripada karyawan laki-laki. Google dituntut karena dianggap mengetahui permasalahan tersebut tapi tidak berupaya memperbaikinya.

“Sudah saatnya untuk berhenti mengabaikan permasalah ini," ungkap Kelly Ellis, mantan engineer piranti lunak Google yang merupakan salah satu wanita yang mengajukan tuntutan hukum kepada perusahaan tersebut, seperti dikutip BBC News pada Jumat (15/9/2017).

Melalui akun Twitter-nya, Ellis menyebutkan ia berharap tuntutan hukum yang dilakukan akan memaksa Google dan perusahaan-perusahaan lainnya mengubah cara mereka dalam menentukan gaji yang diberikan kepada karyawan.

Tuntutan hukum tersebut, yang dicatatkan di pengadilan di San Fransisko, menyebut Google melakukan diskriminasi terhadap karyawati mereka dengan membayar lebih rendah, membatasi kenaikan jabatan, dan memberikan lebih sedikit peluang untuk mendapatkan posisi penting di perusahaan.

Pihak Google menyebutkan akan melakukan tinjauan terhadap tuntutan hukum yang kepada perusahaan dan menolak telah melakukan hal-hal yang disebutkan dalam tuntutan itu.

“Tingkat pekerjaan dan promosi ditentukan oleh komite perekrutan dan harus melewati berbagai tinjauan, termasuk pengecekan untuk memastikan tidak ada bias gender yang mempengaruhi keputusan," kata juru bicara Google Gina Scigliano.

Seperti banyak perusahaan teknologi lainnya di Silicon Valley, Google memperkerjakan mayoritas karyawan laki-laki. Jumlah karyawan laki-laki mencapai 70 persen jumlah karyawan secara keseluruhan. Karyawan laki-laki di departemen teknologi mencapai 80 persen dan karyawan laki-laki yang menempati posisi pimpinan mencapai 75 persen.