Saham|emiten|Bursa Efek Indonesia|aksi korporasi|Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

istimewa
Pasardana.id - Riset Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak mixed cenderung menurun hari ini.
Beberapa faktor mendasari prediksi ini, antara lain; Dow Jones yang turun 5.27 poin ditutup pada level 21,808.4 dipicu sentimen negatif badai Harvey terhadap emiten migas.
Adapun Bursa dunia pagi ini dikejutkan langkah Korea Utara yang meluncurkan rudal hingga melintasi wilayah udara Jepang, memberi sentimen negatif terhadap pergerakan bursa regional pagi ini.
Sebelumnya, Candlestick IHSG membentuk pola doji kemarin dekat level tertinggi 5,915 sehingga rentan mengalami koreksi.
Menyikapi beberapa faktor tersebut, kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menurun hari ini," sebut analis Kiwoom Sekuritas yang dilansir dari laman resminya, Selasa (29/8/2017).
Lebih lanjut diungkapkan, beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar, antara lain;
**ADRO - Kinerja 1H 2017
**PT Adaro Energy (ADRO) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2017 sebesar
82.1%Yoy menjadi US$ 222.4 Juta Vs US$ 122.1 Juta pada 1H 2016. Naiknya
kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 31.8%Yoy menjadi US$ 1.55
Miliar. Laba operasi ADRO naik 88.9%Yoy menjadi US$ 446.7 Juta pada 1H 2017.
Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata batubara sebesar
42%Yoy.
BJBR - Kinerja 1H 2017
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) membukukan penurunan
laba bersih 1H 2017 sebesar 3%Yoy menjadi Rp 826.5 Miliar Vs 854.6 Miliar pada
1H 2016. Pendapatan bunga bersih tercatat naik 5%Yoy menjadi Rp 3.05 Triliun
dengan laba operasi turun 3%Yoy menjadi Rp 1.09 Triliun. Rasio CAR turun
menjadi 16.31% pada 1H 2017 (17.65% pada 1H 2016), NPL Gross tercatat sebesar
1.57% (2.02% pada 1H 2016), ROE 22.36% (27.92% pada 1H 2016), dan LDR 85.85%
(84.23% pada 1H 2016).
**DOID - Kenaikan produksi batu bara
**PT Delta Dunia Makmur (DOID) memproduksi batu bara sebesar 3.6 juta ton
bulan Juli lalu dengan demikian sepanjang 7M 2017 DOID telah memproduksi 23.7
juta ton batu bara (+30%Yoy). Produksi batu bara 7M 2017 tersebut telah
mencapai 57% dari target produksi tahun ini sebesar 42.12 juta ton batu bara.
DOID juga membukukan kenaikan pekerjaan pengupasan tanah (overburden
removal) sebesar 31 juta bank cubic meters (bcm). DOID mencatat pertumbuhan
overburden removal tumuh 25%Yoy menjadi 197.3 juta bcm pada 7M 2017.