Shanghai Composite Turun 13,88 Poin

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, turun 13,88 poin, atau sekitar 0,45 persen, dari sesi sebelumnya pada Senin (5/6/2017), menjadi 3.091,66. Indeks blue-chip CSI 300 melemah 0,5 persen menjadi 3.468,75 poin. Seluruh sektor utama mengalami pelemahan, terutama sektor finansial dan kesehatan.

Pelemahan pasar saham Tiongkok hari ini disebabkan melambatnya laju initial public offerings (IPO) gagal untuk menutupi kerugian besar yang dialami saham-saham perusahaan keuangan dan kesehatan. Indeks Shanghai SE 50 anjlok 1 persen hari ini, kontras dengan peningkatan indeks ChiNext sebesar 0,9 persen.

China Securities Regulatory Commission (CSRC) pada Jumat (2/6/2017) hanya menyetujui pelaksanaan empat IPO untuk mengumpulkan dana senilai 1,5 miliar yuan, atau sekitar US$220,48 juta, turun dari 7 IPO yang berlangsung pekan lalu. Dalam beberapa pekan terakhir, CSRC biasanya memberikan persetujuan dilaksanakannya 10 IPO setiap hari Jumat untuk mengumpulkan dana senilai 6 miliar yuan.

Ekspektasi pelaksanaan IPO dalam laju yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir memberikan tekanan terhadap pasar saham, terutama terhadap saham-saham kapitalisasi rendah dengan valuasi tinggi.

“Perlambatan laju IPO cenderung menjadi tren saat ini,†kata Yang Weixiao, analis Founder Securities, seperti dikutip Reuters. Menurut Yang, perlambatan yang terjadi merefleksikan niat CSRC untuk menopang pasar saham yang telah terkena dampak pengetatan regulasi finansial dan likuiditas.

Namun upaya CSRC menjadi tertutupi pelemahan saham finansial, terutama saham perbankan yang mengalami penurunan tercuram sejak pertengahan Desember 2016. Dukungan fundamental sangat minim dalam reli saham-saham perbankan beberapa waktu lalu dan koreksi yang terjadi saat ini terutama hanya akibat aksi ambil untung.

Pihak regulator sekuritas Tiongkok belum lama ini menerbitkan berbagai regulasi baru untuk menjaga stabilitas pasar saham. Namun kehawatiran tetap meliputi pasar saham terkait pertumbuhan perekonomian dan terjadinya pengetatan regulasi.