ANALIS : Bursa Asia Berpotensi Terkoreksi

foto : istimewa

Pasardana.id - Bursa Asia diperdagangan hari ini diprediksi mengalami koreksi. Namun naiknya harga minyak mentah diyakini bisa membuat indeks berbalik menguat.

“Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan terkoreksi terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar 'merah', tetapi naiknya harga minyak mentah bisa membuat indeks berbalik menguat," terang Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen dalam paparan riset hariannya yang dilansir dari laman Samuel Aset Manajemen, Rabu (12/4/2017).

Menurut Lana, dengan adanya kenaikan harga minyak mentah tersebut, kemungkinan rupiah juga terbantu menguat menuju kisaran antara Rp.13.270 hingga Rp.13.275 per USD. 

Sementara itu, sentiment positif datang dari laporan Bank Indonesia yang merilis Hasil SKDU BI untuk Q1-2017 mencatatkan kenaikan SBT sebesar 4,8%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan SBT pada Q4-2016 sebesar 3,13%.

Namun sektor industri pengolahan tercatat turun. Penurunan ini terkait dengan hasil Survei Penjualan Ecerean (SPE) BI yang mencatat penurunan penjualan pada Januari dan Februari, walaupun Maret diperkirakan naik.

“SKDU mencatat untuk Q2-2017 diperkirakan SBT naik 25,26% terkait dengan faktor musiman puasa-lebaran-mudik-tahun ajaran baru," ujarnya.

Adapun faktor lain yang perlu dicermati pelaku pasar, jelas Lana, yakni mata uang yen mencatatkan penguatan dan menembus dibawah 110 per USD, tertinggi sejak November 2016.

Menurut Lana, mata uang yen menjadi pilihan diantara mata uang kuat G10 lainnya di tengah meningkatnya ekskalasi geoploitik di Asia Timur dan Timur Tengah serta harga minyak mentah yang naik dan US Dolar melemah.

“Penguatan yen membuat rupiah terbawa menguat," tandasnya.