Shanghai Composite Naik 24,26 Poin

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, mengalami kenaikan 24,26 poin, atau sekitar 0,76 persen, dari sesi sebelumnya pada Senin (13/3/2017), menjadi 3.237,02. Indeks blue-chip CSI 300 naik 0,9 persen menjadi 3.458,10.

Seperti dilaporkan Reuters, angka indeks mencatatkan gain tertinggi dalam tiga pekan terkahir setelah Li Wei, Direktur Development Research Centre of the State Council, menyebutkan pada akhir pekan lalu bahwa resiko anjloknya perekonomian Tiongkok telah berkurang. Menurut Li, pertumbuhan perekonomian Tiongkok berubah dari pola berbentuk L yang menunjukkan perlambatan menjadi  pertumbuhan horizontal.

Kekhawatiran akan pengetatan kebijakan moneter di Tiongkok juga mereda setelah pejabat senior pemerintah Negeri Panda, Vice Chairman National Development and Reform Commission (NDRC) Ning Jizhe, menyebutkan pada Minggu (12/3/2017) bahwa resiko hutang State-Owned Enterprises (SOE) Tiongkok dapat dikendalikan. Pada Jumat (10/3/2017) lalu, Gubernur Bank Sentral Tiongkok Zhou Xiaochuan menyebutkan akan memerlukan waktu untuk menurunkan level hutang korporasi.

Bank sentral Tiongkok telah dua kali menaikkan suku bunga tahun ini dan diperkirakan akan melakukan peningkatan kembali beberapa bulan ke depan dengan semakin stabilnya perekonomian.

Data yang akan dirilis pada Selasa (14/3/2017) diperkirakan akan menunjukkan tingkat produksi industrial dan pertumbuhan investasi Tiongkok dalam dua bulan pertama tahun ini, meski penjualan ritel naik dalam laju yang lebih rendah.

Para investor menyebut pasar saham Tiongkok saat ini turut dipengaruhi ekspektasi peningkatan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan. Sealand Securities dalam laporannya menyebutkan bahwa meski peningkatan suku bunga The Fed dapat mempengaruhi nilai tukar yuan dan likuiditas domestik dalam jangka pendek, namun pengaruhnya akan minim terhadap pasar saham Tiongkok.

Sektor properti dan bahan baku memimpin reli yang terjadi hari ini, dipicu ekspektasi bahwa harga-harga bahan baku akan meningkat seiring membaiknya perekonomian global.