Kospi Turun 8,6 Poin

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, turun 8,6 poin, atau sekitar 0,41 persen, dari sesi sebelumnya pada Senin (27/2/2017), menjadi 2.085,52. Angka penutupan merupakan yang terendah sejak 21 Februari lalu.

Volume perdagangan tipis mencapai 333,52 juta saham senilai 4,08 triliun won, atau sekitar US$3,59 miliar, dengan saham yang turun melebih yang naik 466 berbanding 326.

Angka indeks turun setelah para investor berhati-hati dalam melakukan transaksi jelang pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump di hadapan Kongres AS pada Selasa (28/2/2017). Selain itu, juga disebabkan aksi jual para investor asing terhadap saham sektor teknologi untuk meraih gain.

Bursa Korea sebetulnya dibuka dengan kenaikan tipis mengikuti gain di Wall Street. “Para investor melakukan aksi wait-and-see setelah indeks Kospi melemah pada Jumat (24/2/2017). Mereka memilih menantikan libur bursa pada Rabu (1/3/2017) dan dirilisnya laporan yang memuat indeks manufaktur AS maupun Tiongkok, kata Seo Sang-Young, analis Kiwoom Securities seperti dikutip Yonhap News.

Saham Samsung Electronics hari ini turun 0,42 persen. Telah empat sesi beruntun saham Samsung Electronics terus melemah. Perusahaan tersebut rencananya akan mengumumkan recana reformasi yang berfokus pembongkaran menara kendali Future Strategy Office milik grup perusahaan Samsung. Pembangunan menara tersebut menjadi bentuk bantuan keuangan ilegal kepada Choi Soon-Sil, orang kepercayaan Presiden Korsel Park Geun-Hye.

Saham SK Hynix juga turun empat sesi beruntun seperti saham Samsung Electronics. Saham SK Hynix hari ini anjlok 3,16 persen.

Saham-saham perusahaan otomotif berakhir di teritori positif. Saham Hyundai Motor naik 0,34 persen dan saham Kia Motors meningkat 0,39 persen.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar AS terhadap won menguat 2,2 won per dolar AS menjadi  1.133,7 won per dolar AS.