Wall Street Mixed, Bursa Eropa Melemah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Jumat (6/10/2017), terpengaruh data terbaru ketenagakerjaan Amerika Serikat yang menunjukkan angka nonfarm payrolls turun 33.000 pada September akibat terjadinya Badai Harvey dan Topan Irma.

Seperti dilansir Reuters, indeks S&P 500 di Bursa Efek New York, AS, mengakhiri torehan angka penutupan tertinggi rekor baru yang tercipta enam sesi beruntun sebelumnya dengan mengalami penurunan 2,74 poin, atau sekitar 0,11 persen, menjadi 2.549,33.

Indeks Dow Jones Industrial Average bergerak turun 1,72 poin menjadi 22.773,67. Sedangkan indeks komposit Nasdaq mencatatkan peningkatan sembilan sesi beruntun dan pencapaian angka penutupan tertinggi rekor baru enam sesi beruntun pada Jumat dengan bergerak naik 4,82 poin menjadi 6.590,18.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meningkat seiring pelemahan dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Desember 2017 naik US$1,70, atau sekitar 0,13 persen, menjadi US$1.274,90 per ons. Indeks dolar AS turun tipis 0,06 persen menjadi 93,86.

Bursa saham Eropa juga melemah terpengaruh penurunan angka nonfarm payrolls AS, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,40 persen.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, naik 14,88 poin, atau sekitar 0,20 persen, menjadi 7.522,87. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, bergerak turun 12,11 poin menjadi 12.955,94.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 29,20 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 10.185,50. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, merosot 19,31 poin, atau sekitar 0,36 persen, menjadi 5.359,90.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar pound sterling anjlok seiring berlanjutnya ketidakpastian masa depan Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris. Nilai tukar pound terhadap dolar AS turun ke level terendah dalam sebulan terakhir, US$1,3035 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound turun 0,6 persen menjadi 1,1135 euro per pound.