Hipmi Sebut JP Morgan Tidak Layak Sebagai Bank Persepsi

foto : istimewa

Pasardana.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyatakan, opini negatif tentang Indonesia diciptakan JP Morgan di luar negeri. Langkah ini bisa mengganggu stabilitas keuangan Indonesia.

"Dia (JP Morgan) dan kawan-kawan mau ambil untung dan menggoyang perekonomian nasional," kata Bahlil Lahadalia, Ketua Umum (Ketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi di Denpansar, Bali, kemarin.

Dengan begitu, pemutusan hubungan kerjasama dengan JP Morgan Chase Bank didukung organisasi tersebut. Bahkan, sejak awal JP Morgan dinilai tidak perlu ditunjuk sebagai bank persepsi.

"Bank ini telah melemahkan sistem stabilitas keuangan Indonesia, misalnya meminta investor asing mengurangi kepemilikan obligasi pada Agustus 2016," ujarnya.

Bahkan, kondisi perekonomian Indonesia disamakan dengan Brasil. Padahal, kedua negara memiliki kondisi perekonomian yang berbeda.

"JP Morgan menurunkan Brasil dari Overweight ke Netral, tapi menurunkan Indonesia dari overweight ke underweight, dan Turki dari Netral ke underweight," jelasnya.

Asal tahu saja, sebelumnya, opini prospek perekonomian di Asia yang negatif disebutkan JP Morgan. Pemikiran ini didasarkan kekhawatiran kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

"Dolar di negara-negara ini termasuk Indonesia akan kembali ke AS," ujar laporan JP Morgan.

Devaluasi Yuan China juga dinilai akan memperburuk prospek mata uang Asia. Begitupula rencana pemerintah meningkatkan nilai utang.

Bahlil menduga, instabilitas keuangan Indonesia sedang dilakukan pihak asing dengan isu politik dan sosial. Mereka memanfaatkan situasi politik seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan kasus penistaan agama.

"Riak-riak politik nasional saat ini sudah berada dalam sistem dan mekanisme berdemokrasi," tegasnya.