surat utang negara|Analis Fixed Income MNC Securities|lelang SUN|imbal hasil SUN|I Made Adi Saputra|SUN berdenominasi Dollar AS
Oleh: Ivan

foto: istimewa
Pasardana.id - Imbal hasil Surat Utang Negara dengan denominasi mata uang Dollar Amerika pada perdagangan Rabu (25/1) kemarin, juga terlihat mengalami kenaikan yang terjadi pada keseluruhan seri, dimana kenaikan imbal hasil yang cukup besar terjadi pada tenor panjang.
Imbal hasil dari INDO-20 mengalami kenaikan sebesar 2 bps di level 2,594% setelah mengalami koreksi harga sebesar 5 bps. Sementara itu, imbal hasil dari INDO-27 mengalami kenaikan sebesar 3 bps di level 4,112% setelah mengalami koreksi sebesar 25 bps dan imbal hasil dari INDO-47 yang mengalami kenaikan sebesar 5 bps di level 5,028% setelah mengalami koreksi harga sebesar 80 bps, ungkap analis fixed income MNC Securites, I Made Adi Saputra kepada Pasardana.id , di Jakarta, Kamis (26/1/2017).
Lebih lanjut dijelaskan, imbal hasil US Treasury dengan tenor 10 tahun pada perdagangan Rabu (25/1) kemarin, kembali ditutup dengan mengalami kenaikan di level 2,515%, setelah mengalami koreksi harga di tengah pasar saham Amerika yang mencetak rekor tertingginya, sehingga mendorong investor untuk lebih berani menempatkan dananya pada aset yang berisiko.
Imbal hasil dari US Treasury dengan tenor 10 tahun telah mengalami kenaikan sebesar 7 bps dibandingkan dengan posisi di akhir tahun 2016, ujar I Made.
Adapun imbal hasil dari Surat Utang Jerman (Bund) dan Inggris (Gilt) dengan tenor yang sama juga terlihat mengalami kenaikan, masing - masing di level 0,466% dan 1,468%.
Hal tersebut kami perkirakan akan turut mempengaruhi terjadinya koreksi harga Surat Utang Negara pada perdagangan hari ini yang juga didukung oleh faktor teknikal, tandas I Made.