BUMN Harus Berani Diaudit

foto : istimewa

Pasardana.id-Sedikitnya 24 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp53,98 triliun.

Keinginan ini disikapi DPR dengan permintaan ini dilakukan dengan pemaparan kondisi keuangan perseroan yang tercantum dalam laporan keuangan setahun terakhir.

"Hal ini perlu dilakukan agar Komisi XI DPR RI mendapatkan gambaran lengkap mengenai alasan suntikan modal dan kesehatan BUMN," kata Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Achmad Hatari.

Ke-24 BUMN yang dimaksud antara lain PT Barata (Persero), Perushaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog), dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Alasan suntikan modal diminta BUMN belum diketahuinya secara jelas. Apakah itu untuk memperkuat struktur modal, pembayaran utang, atau ekspansi bisnis.

Dari sisi kesehatan BUMN akan dilihat posisi neracanya. Laporan keuangan ini akan diaudit oleh akuntan publik.