Volume Perdagangan SUN Mulai Meningkat

foto : istimewa

Pasardana.id - Volume perdagangan Surat Utang Negara (SUN) yang dilaporkan pada perdagangan Selasa (17/5/2016) kemarin, mengalami kenaikan. Tercatat volume perdagangan senilai Rp11,25 triliun dari 33 seri Surat Utang Negara yang diperdagangkan, naik dibandingkan dengan volume perdagangan sehari sebelumnya.

"Volume perdagangan meningkat terimbas sentimen rencana penghapusan pajak penghasilan atas bunga obligasi," papar analis MNC Securities, I Made Adi Saputra, Rabu (18/5/2016).

"Pelaku pasar berani melakukan akumulasi SUN yang telah mengalami penurunan harga sejak awal Mei," sambungnya.

Adapun volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan senilai Rp4,32 triliun. Obligasi Negara seri FR0056 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp3,01 triliun dari 70 kali transaksi dengan harga rata - rata pada level 105,57% dengan tingkat imbal hasil sebesar 7,58%.
 
Sementara itu, Project Based Sukuk seri PBS009 menjadi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan volume perdagangan terbesar, yaitu senilai Rp1,57 triliun dari 8 kali transaksi dengan harga rata - rata 100,66% dengan tingkat imbal hasil sebesar 7,31%.
 
Adapun volume perdagangan obligasi korporasi yang dilaporkan pada perdagangan kemarin senilai Rp1,13 triliun dari 25 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan. Obligasi Berkelanjutan II Indomobil Finance Tahap III Tahun 2016 Seri A (IMFI02ACN3) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp200 miliar dari 2 kali transaksi di harga 100,015% dengan tingkat imbal hasil sebesar 9,57%.

Sedangkan Obligasi Subordinasi I Bank CIMB Niaga Tahun 2010 (BNGA01SB) menjadi obligasi korporasi yang paling sering diperdagangkan, sebanyak 12 kali transaksi dengan volume perdagangan sebesar Rp51 miliar dengan harga rata - rata sebesar 102,12% dengan tingkat imbal hasil sebesar 9,30%.
 
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika pada perdagangan kemarin kembali ditutup dengan penguatan pada level 13295,00 per dollar Amerika, mengalami penguatan sebesar 15,00 pts (0,11%) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.