Dirjen Pajak Tidak Melakukan Penegakan Hukum

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi menegaskan, bahwa pihaknya tidak melakukan penegakan hukum terkait amnesti pajak dan menghentikan semua proses pemeriksaan tindak pidana perpajakan untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

"Sampaikan ke publik bahwa kami tidak melakukan law enforcement sama sekali," kata Ken, di Jakarta, kemarin.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk menghentikan pemeriksaan tindak pidana perpajakan untuk menciptakan kesuksesan amnesti pajak.

"Kami stop semua pemeriksaan. Saya menegaskan bahwa kami sesuai UU Pengampunan Pajak menutup seluruh pemeriksaan," tegas Sri.

Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan, biasanya menjadi momok pengusaha dan wajib pajak yang menganggap aparat pajak sebagai instrumen menakut-nakuti para wajib pajak.

"Mereka kalau menggunakan tindak pidana bidang perpajakan tujuannya untuk enforce. Sehingga seperti pisau, untuk sebagai ancaman atau sebagai pendisiplinan. Kalau berlebihan bisa menjadi intimidator. Kami berusaha agar aparat pajak tidak menggunakan itu (untuk intimidasi)," jelas Sri.

Asal tahu saja, menurut Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Pengampunan Pajak, amnesti pajak dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, keadilan, kemanfaatan dan kepentingan nasional.

Pasal 3 Ayat (3) UU Pengampunan Pajak juga menyebutkan setiap wajib pajak berhak mendapatkan amnesti pajak kecuali yang sedang dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, dalam proses peradilan, atau menjalani hukuman pidana atas tindak pidana di bidang perpajakan. (Sumber : Antara)