Imbal Hasil SUN Tenor Pendek Alami Penurunan Terbesar

foto : istimewa

Pasardana.id - Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan selama pekan lalu masih melanjutkan tren penurunan. Perubahan tingkat imbal hasil berkisar antara 1 - 14 bps dengan rata - rata mengalami penurunan sebesar 4,7 bps dimana imbal hasil SUN tenor pendek yang terlihat mengalami penurunan imbal hasil lebih besar dibandingkan dengan yang didapati pada tenor panjang.
 
"Imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor pendek (1-4 tahun) mengalami perubahan berkisar antara 3 - 14 bps dengan didorong oleh perubahan harga yang berkisar antara 4 - 35 bps," jelas analis obligasi MNC Securities, I Made Adi Saputra, kepada Pasardana.id, Senin (1/8/2016).

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor menengah (5-7 tahun) mengalami penurunan berkisar antara 3 - 11 bps dengan didorong oleh kenaikan harga Surat Utang Negara yang berkisar antara 15 - 45 bps dan imbal hasil Surat Utang Negara dengan tenor panjang (di atas 7 tahun) yang mengalami penurunan berkisar antara 2 - 9 bps dengan didorong oleh adanya kenaikan harga yang berkisar antara 10 - 70 bps.
 
Harga Surat Utang Negara pada perdagangan di akhir pekan kemarin yang masih menunjukkan kenaikan didorong oleh aksi beli oleh investor di tengah ekspektasi penurunan tingkat suku bunga acuan seiring dengan laju inflasi yang masih terkendali.

Analis memperkirakan, pada bulan Juli 2016 akan terjadi inflasi sebesar 0,83% (MoM) dengan inflasi tahunan diperkirakan sebesar 3,60%.

Dengan inflasi di bulan Juli 2016 yang diperkirakan sebagai puncak inflasi di tahun 2016 yang masih terkendali, terbuka peluang diturunkannya tingkat suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Hal tersebut mendorong investor untuk melakukan pembelian Surat Utang Negara di pasar sekunder yang masih menawarkan tingkat imbal hasil yang cukup tinggi, terutama untuk tenor yang panjang dimana hal tersebut tercermin pada volume perdagangan Surat Utang Negara yang cukup tinggi.
 
"Secara keseluruhan, kenaikan harga Surat Utang Negara yang terjadi pada perdagangan di akhir pekan mendorong terjadinya penurunan imbal hasil Surat Utang Negara seri acuan sebesar 11 bps untuk tenor 5 tahun dan masing - masing sebesar 2 bps untuk tenor 10 tahun, 15 tahun dan 20 tahun," tandas I Made Adi Saputra.