BEI Minta IAI Keluarkan SAK Untuk Perusahaan Berbasis Teknologi Informasi

foto : istimewa

Pasardana.id - Maraknya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi informasi atau lebih dikenal dengan sebutan perusahaan Dot.com juga di iringi dengan kebutuhan pendanaan.

Salah satu sumber pencari dana melalui pasar modal. Namun sayangnya, perusahaan-perusahaan tersebut masih membukukan rugi bersih.

Menyikapi kondisi tersebut, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan perusahaan berbasis teknologi informasi itu melantai di BEI, walaupun masih membukukan kerugian.

"Yang penting, jika ingin IPO (Initial Public Offering) itu mimpi dalam lima tahun kedepan," ujar dia, di Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Ia juga menegaskan, bahwa setiap perusahaan yang ingin IPO selalu ditekankan untuk mencetak laba pada tahun kedua setelah pencatatan saham perdana. Namun, bagi perusahaan Dot.com, ia meminta untuk memperhatikan aspek hukum, sistem akuntansi dan administrasi.

"Itu di mereka semua, bukan di kita," ujar dia.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, sebelumnya, BEI telah memperkenankan perusahaan tambang mineral dan batu bara untuk mecari dana melalui IPO walaupun belum untung. Sehingga untuk perusahaan Dot.com juga bisa diperlakukan sama.

"Buat kami itu bisa sesuaikan, namun legal, accounting dan administrasi, mereka dibereskan," ujar dia.

Dalam kesempatan ini, Tito juga meminta IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) selaku pembuat standar akuntansi keuangan (SAK) untuk mengeluarkan SAK yang sesuai dengan anatomi perusahaan Dot.com.

"Bagaimana meng-accountingkan program-program Dot.com itu yang sudah jadi bisa di akui sebagai aset atau dicatatkan dalam laporan keuangan," ujar dia.

Padahal, kata dia, program-program yang dikeluarkan oleh perusahaan Dot.com secara bisnis sangat bernilai, namun saat ini masih terkendala untuk pengungkapan besaran kapitalisasinya.

"Nah, ini yang harus dibuat SAK-nya," tandas dia.