Bank Asing yang Tampung Dana Repatriasi, Sudah Melalui Proses Seleksi

foto : istimewa

Pasardana.id - Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Robert Pakpahan menjelaskan alasan bank asing dilibatkan sebagai bank penampung setoran penerimaan negara dan penampung dana repatriasi yang masuk ke Tanah Air dari pemberlakuan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty.

"Karena jumlah cabangnya banyak dan mereka juga bisa dijamin bisa nge-lock, lalu bisa kita audit kapan saja. Kalau asumsi repatriasi uangnya banyak, perlu bank banyak juga," kata Robert, di Kantor Pusat DJP Kemenkeu, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (19/7/2016).

Ia juga menilai, bank asing yang ditunjuk sudah melalui proses seleksi dan berbadan hukum Indonesia, sehingga mengikuti aturan yang ada di Indonesia dan otomatis diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Bank asing yang cabang di sini kan atau yang sudah berbadan hukum di sini sudah mengikuti aturan di sini sehingga diawasi OJK juga," papar dia.

Apalagi, lanjut Robert, setiap peserta pengampunan pajak wajib memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) sehingga catatan keluar masuknya dana bisa dipantau oleh otoritas bersangkutan.

"Karena dia kan bisa kita lacak di kustodiannya, di rekening dana nasabahnya," jelasnya.
Jika ternyata ketahuan melanggar, sambung dia, akan ada hukuman bagi bank asing tersebut dan secara tegas akan dicabut izinnya oleh OJK.

Untuk itu, jelas dia, setiap pihak diharapkan mau bekerja sama secara baik karena kebijakan pengampunan pajak ini menjadi penting untuk perekonomian Indonesia.

Asal tahu saja, Pemerintah telah menetapkan 18 bank sebagai bank penampung setoran penerimaan negara dan penampung dana repatriasi yang masuk ke Tanah Air dari pemberlakuan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Beberapa diantaranya adalah bank asing.

Berikut adalah daftar 18 bank yang resmi menjadi bank penampung dana pengampunan pajak :
1. PT Bank Central Asia Tbk.
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
3. PT Bank Mandiri Tbk.
4. PT Bank Negara Indonesia Tbk.
5. PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
6. PT Bank Permata Tbk.
7. PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
8. PT Bank PAN Indonesia Tbk.
9. Bank CIMB Niaga.
10. Bank UOB Indonesia.
11. Citibank, NA.
12. Bank DBS Indonesia.
13. Standard Chartered Bank.
14. Deutsche Bank AG.
15. PT Bank Mega Tbk.
16. BPD Jawa Barat dan Banten.
17. PT Bank Bukopin Tbk.
18. Bank Syariah Mandiri