Dana Repatriasi Tidak Akan Membuat Bubble Industri Pasar Modal di Indonesia

foto : istimewa

Pasardana.id  - Diyakini dana repatriasi yang masuk dari kebijakan pengampunan pajak, tidak akan membuat bubble industri pasar modal di Indonesia.

Pasalnya, harga saham di pasar modal Indonesia relatif masih murah bila dibandingkan dengan di negara-negara lain.

"Kita bandingkan dengan negara lain, kita masih under pricing. Jadi perusahaan sejenis Indonesia dengan perusahaan sejenis di Tiongkok, pricing-nya jauh dari Tiongkok. Kita harus cari perusahaan apple to apple, kita lihat price earning ratio (PER)," tutur Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat, saat bincang-bincang bersama media, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Dengan saham yang masih murah, lanjut dia, maka pasar modal siap menerima dengan baik dana dari kebijakan pengampunan pajak itu, dan dipastikan tidak terjadibubble.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan tiga instrumen investasi untuk menampung dana repatriasi (dana milik orang Indonesia di luar negeri yang kembali masuk), setelah Undang-Undang Pengampunan Pajak atau tax amnesty berlaku.

"Kami menyiapkan reksadana kotak investasi, giro kolektif efek, serta reksadana penyertaan terbatas," jelas Tito.

Perkiraan Bank Indonesia, dana repatriasi saat pengampunan pajak hingga 1 April 2017 akan mencapai Rp560 triliun. Sedangkan, Pemerintah memproyeksikan jumlah dana yang lebih tinggi, yakni Rp1000 triliun untuk repatriasi, dan Rp4000 triliun untuk deklarasi aset di luar negeri.