Urusan Duniawi Belum Mau Disyariahkan

foto : istimewa

Pasardana.id - Industri keuangan syariah belum menerima lulusan ekonomi syariah. Hal ini diduga akibat lulusan ekonomi syariah belum bisa bersaing dengan lulusan ekonomi non-syariah.

"Di lapangan masih ada kendala yang diterima di keuangan syariah," kata Deputi Komisioner Pengawas IKNB 1 OJK, Edy Setiadi, di Jakarta, kemarin.

Penyebab lain, lulusan ekonomi syariah belum digunakan industri keuangan syariah lantaran sertifikasi kompetensi belum dimilikinya. Sertifikasi ini mengandung Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) keuangan syariah seperti perasuransian, manajemen risiko, dan syariah.

Sampai saat ini, sebanyak 160 perguruan tinggi dengan 220 program studi syariah terdapat di Indonesia. Namun, pangsa pasar syariah baru mencapai 5% dari total aset keuangan nasional.

Kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengembangkan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XIV pada 9-10 Juni 2016 di Institut Agama Islam Indonesia (IAIN) Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

"Forum Rektor ini diikutsertakan juga dengan industri, apa yang diinginkan industri," pungkasnya.