BRISat Maksimalkan Layanan Digital

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Rakyat Indonesia (BRI) menargetkan peningkatan layanan digital dengan penggunaan satelit milik sendiri.

Layanan yang dimaksud seperti elektronik money (e-money) diharapkan tidak hanya di kota-kota besar saja, tapi ini bisa dilakukan di daerah-daerah.

Begitupula layanan daring BRI di berbagai daerah hanya dua sampai tiga detik saja. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kalau dia transaksi perbankan dia akan menggunakan satu kartu nantinya dengan adanya satelit ini," kata Asmawi Syam, Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, belum lama ini.

Kepemilikan satelit sendiri juga akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan keamanan Anjungan Tunai Manditi (ATM) dengan teknologi lain, seperti autentifikasi wajah, bukan hanya personal indentification number (PIN) saja.

Agen Laku Pandai juga diharapkan bisa beroperasinal di daerah secara lancar. Sebanyak 59.000 agen Laku Pandai dipunyainya ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kami menargetkan memunyai 75.000 agen Laku Pandai sampai akhir tahun ini,ââÅ¡¬ ucapnya.

Begitupula layanan TerasBRI bisa dimaksimalkan di daerah-daerah. Hal serupa juga bagi TerasKapal dapat dilakukan secara baik.

Untuk komunikasi pimpinan pusat juga bisa dilakukan dengan satelit kepada berbagai kepala cabang di daerah dengan lancar. Akses internet secara bebas akan dinikmati penjung BRI melalui wifi.

Berbagai kegunaaan satelit ini dinilai BRI lebih efisien dengan kepemilikan sendiri ketimbang menyewa dari pihak lain. Biaya itu tinggi dan naik setiap tahun akibat permintaan dan penawaran tidak seimbang. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Kami mengeluarkan biaya BRIsat sebesar US$250 juta,ââÅ¡¬ ujarnya.

BRISat bisa dipakai selama 15 tahun dengan masa perpanjangan selama dua tahun. Satelit ini terdiri dari 45 transponder. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Sampai sekarang kami masih menyewa 23 transponder dengan biaya Rp500 miliar per tahun,ââÅ¡¬ jelasnya.

Kebutuhan transponder BRI naik 20% setiap tahun. Namun, lima sampai sepuluh tahun nanti tidak ada satelit diluncurkan pemerintah.

Pemakaian satelit juga lebih efisien dibandingkan pemakaian jaringan fiber optic. Pasalnya, pembangunan ini di bawah laut yang dihubungkan antarpulau dan tidak mudah lantaran di bawah pergerakan kapal laut. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Satelit dapat terpancar ke seluruh wilayah Indonesia,ââÅ¡¬ tuturnya.

Peluncuran BRISat diasuransikan tiga perusahaan dipimpin Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) dan Marsh sebuah perusahaan asal Perancis. Satelit ini dijadwalkan meluncur ke orbit dengan menggunakan roket Ariane 5 milik perusahaan Arianespace pada 8 Juni 2016 pukul 20.30 UTC di Kourou, Guyana Perancis.

BRI sudah membangun ground station (stasiun pengendali) di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Sebanyak 53 orang akan mengoperasikan satelit ini. "BRISat dijadwalkan akan meluncur ke orbit di atas Papua,ââÅ¡¬ ucapnya.

BRI akan menggunakan dua frekuensi yaitu C band dan KU band. C band akan dipakai untuk transaksi keuangan dan KU Band untuk komunikasi non keuangan. C band menggunakan frekuensi gelombang rendah sehingga tahan cuaca dan KU band memakai gelombang tinggi sehingga mempunyai kekuatan.

Keunggulan lain BRISat berupa komunikasi bisa dilakukan secara aman bebas penyadapan karena dienkripsi dan dikontrol sendiri.