Aceh Alami Gelap Bergiliran

foto : istimewa

Kebutuhan listrik Aceh dipasok dari PLTU Nagan Raya sebesar 56,2 MW, PLTD Leung Bata sebesar 20 MW, dan pasokan dari sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara sebesar 162 MW.

Pasardana.id - PT PLN (Persero) melakukan pemadaman bergiliran di wilayah Aceh. Kebijakan ini ditempuh untuk pengaturan beban listrik mencapai 337 megawatt (MW).

"Kami mohon maaf atas penghentian sementara pasokan listrik di sebagian wilayah Aceh," kata Manajer Senior Public Relations PLN Agung Murdifi, Rabu (11/5/2016).

Langkah pengaturan beban mesti dilakukan PLN akibat Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun berhenti beroperasi. Pasalnya, pembangkit ini tidak menerima pasokan gas dari regasifikasi dari PT Pertamina (Persero) di Arun.

Asal tahu saja, pasokan gas Pertamina ke PLTMG Arun terhenti lantaran gangguan hose fuel pada mesin milik PAG Arun sejak Minggu (8/5) pukul 22.00 WIB. Perbaikan gas sedang dikerjakan PAG Arun.

"Kami berharap semoga perbaikan instalasi gas punya Pertamina bisa selesai secepatnya dan PLTMG Arun bisa operasi normal kembali," ucapnya.

Kebutuhan listrik Aceh dipasok dari PLTU Nagan Raya sebesar 56,2 MW, PLTD Leung Bata sebesar 20 MW, dan pasokan dari sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara sebesar 162 MW.

Dari angka itu terhitung total pasokan sebesar 224 MW. Penghentian PLTMG Arun berakibat kekurangan daya sebesar 105 MW.