Satelit Sendiri BRI Potong Biaya Separuh

Foto : Istimewa

Peluncuran Satelit 8 Juni 2016 jam 20.30-21.15 UTC atau 9 Juni 2016 waktu Indonesia

Pasardana.id - Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengharapkan pengeluaran biaya operasional jaringan bisa dikurangi sebesar 50% setelah pengoperasian satelit miliknya. Hal ini dibandingkan jika bank ini menyewa jasa satelit untuk komunikasi jaringan.

"Selain itu, bisa meminimalisir gangguan jaringan sekitar 11 ribu kantor, 22 ribu Automatic Teller Machine (ATM) BRI, dan 180 ribu Electronic Data Capture (EDC) BRI," kata Hari Siaga Amijarso, Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, di Jakarta, baru-baru ini.

Soal asuransi resiko peluncuran dan pengorbitan satelit telah selesai dilakukan BRI dan Asuransi Jasa Indonesia sebagai ketua Konsorsium Asuransi Lokal dan Marsh sebagai broker asuransi internasional.

"Jasindo pun telah menyampaikan secara resmi polis tersebut kepada BRI," ucapnya.

Sementara itu, peluncuran satelit sudah semakin matang. Hal itu dilihat dari tahapan Final Performance Test telah berlangsung sukses di pabrik Space Systems/Loral, LLC (SSL) Palo Alto, California.

Begitu pula Final Spacecraft Pre-Shipment Review. Jadim proses manufaktur satelit telah selesai sesuai dengan kebutuhan kontrak. "Berikutnya satelit siap dikirim ke Kourou untuk persiapan peluncuran," ujarnya.

Meluncur

Hari mengemukakan, pengiriman satelit BRIsat ke lokasi peluncuran Kourou dilakukan pada 8 Mei 2016 dengan pesawat kargo Antonov-124. Langkah ini diperkirakan tiba pada 9 Mei 2016 waktu Kourou, French Guiana.

"BRI, SSL dan Arianespace telah menyepakati peluncuran 8 Juni 2016 jam 20.30-21.15 UTC atau 9 Juni 2016 waktu Indonesia," imbuh Hari.

Pembangunan satellite control facility juga sudah hampir 100%. Tim teknis telah melaksanakan sebagian besar proses Instalasi dan Site Acceptance Test (SAT) yang akan dilanjutkan dengan End To End Testing (ETE).

"Untuk operator satellite control facility juga sudah ready secara keilmuan maupun praktik," jelasnya.