BPS: Februari 2016 Terjadi Deflasi 0,09%

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi pada Februari 2016 sebesar 0,09%. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga pada kelompok pengeluaran, seperti bahan makanan sebesar 0,58%, perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,45%, serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,15%.

Demikian dikemukakan oleh Suryamin, Kepala Badan Pusat Statitistik (BPS) dalam siaran pers di Jakarta, Senin (1/3). Dari 82 kota yang disurvei oleh BPS, demikian Suryamin, terdapat 52 kota mengalami deflasi dan 30 kota lainnya mengalami inflasi.

Deflasi tertinggi terjadi di Merauke, Papua sebesar 2,95% dan deflasi terendah terjadi di Sibolga, Sumatera Utara, Bogor, Jawa Barat, Sumenep, Jawa Timur dan Makasar, Sulawesi Selatan sebesar 0,02%. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan, Bangka Belitung sebesar 1,02% dan terendah di Banda Aceh sebesar 0,02%.

Suryamin mengemukakan, inflasi tahun kalender Januari-Februari 2016 sebesar 0,42%, sedangkan laju inflasi year on year (Februari 2016 terhadap Februari 2015) sebesar 4,42%.

Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga terbesar pada Februari 2016 yaitu tarif listrik, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, kol putih atau kubis, tomat sayur, wortel, jeruk, dan bahan bakar rumah tangga.