Cadev BI Turun Pada Oktober 2016

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Indonesia menilai cadangan devisa (cadev) sebesar US$111,5 miliar pada akhir November 2016 dapat mendukung ketahanan sektor eksternal. Bahkan, kondisi ini dapat menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa depan.

Walaupun demikian, jika dibandingkan Oktober 2016 turun dari US$115 miliar.

"Penurunan cadangan ini disebabkan kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat di Jakarta, kemarin.

Selain itu, akibat stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental. Namun, penurunan cadangan devisa bersifat temporer.

"Hal ini didukung oleh optimisme terhadap perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan kondisi pasar keuangan global yang kembali kondusif," ujarnya.

Cadev sebesar US$111,5 miliar diperkirakan bisa membiayai 8,5 bulan impor atau 8,1 impor pembayaran utang luar negeri pemerintah. Bahkan, ini di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.