Dua Tantangan Pasar Perumahan

foto : istimewa

Pasardana.id - Para investor masih belum tertarik untuk menanamkan modal di sektor properti. Mereka masih sibuk memenuhi laporan tax amnesty (pengampunan pajak) sepanjang Oktober sampai November 2016.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Desember 2016 sampai Januari 2016 akan digunakan untuk liburan,ââÅ¡¬ kata Ali Tranghada, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) di Jakarta, kemarin.

Dengan begitu pertumbuhan properti diperkirakan tidak sebesar harapan dengan dorongan dana repatriasi dari program tax amnesty (pengampunan pajak).

Sebelumnya, Real Estate Indonesia (REI) memprediksi sebanyak 30% dana repatriasi akan masuk sektor properti. Kejadian ini menggairahkan bisnis tersebut pada 2017 lantaran program pengampunan pajak masih berlangsung sampai Maret 2017.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, kebutuhan perumahan mencapai 11,4 juta unit pada 2015. Angka ini akan dipenuhi dengan program satu juta rumah yang dimasukkan dalam program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Hal lain yang akan mempengaruhi pertumbuhan pasar ini adalah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Banyak investor yang menunda pembelian propertinya,ââÅ¡¬ jelasnya. 

Asal tahu saja, penjualan perumahan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tercatat sebesar Rp 1,17 triliun sampai kuartal III 2016 atau naik 8,1% dibandingkan kuartal sebelumnya.