Sebanyak 60% Saham BEI Dikuasai Asing

foto : istimewa

Pasardana.id - Sebanyak 60% kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikuasai oleh investor asing. Saham-saham ini dibeli untuk tujuan jangka panjang.

"Mereka membeli dalam jumlah besar guna mendapatkan return yang cukup banyak," kata Irmawati Amran, Kepala Pengembangan Investor PT BEI di Jakarta, kemarin.

Asal tahu saja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (14/10) kemarin, menunjukkan volume perdagangan sebesar 8,11 miliar saham mencapai Rp7,2 triliun. Dari hal itu, investor asing melakukan net sell sebesar Rp596,7 miliar di semua pasar dan Rp308,5 di pasar reguler.

Dengan demikian, IHSG tercatat naik 1,11% atau 59,48 poin menjadi 5.399,88. Sebanyak 156 saham diperdagangkan naik, 116 saham turun dan 98 saham stagnan.

Walaupun demikian, investor domestik masih mendominasi 60% transaksi pembelian saham. Jadi, perdagangan saham ini masih ramai.

Melihat kenyataan tersebut, BEI ingin merubah pola pikir masyarakat terhadap investasi saham. Investasi saham bukan judi, karena ini investasi untuk jangka panjang.

Adapun BEI akan menyelenggarakan Indonesia Investment Festival (Investival) di Jakarta pada 21-23 Oktober 2016 mendatang. Langkah ini sebagai bagian dari kampanye nasional 'Yuk Nabung Saham'.

"Sebanyak 10.000 calon investor ditargetkan hadir padsa acara tersebut," ujarnya.

Irawati mengemukakan, investor dapat membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) minimal sebesar Rp100.000 pada tahap pertama. Sebelumnya, pembelian saham minimal Rp25 juta - Rp50 juta.

Kemudian, investor bisa membeli minimal 1 lot atau 100 lembar saham atau lebih. "Saham ini bisa diinvestasikan secara jangka panjang seperti 10 tahun dengan return 30%-40%," ujarnya.

Sementara itu, Galeri Investasi (GI) juga dibangun BEI bekerjasama dengan pihak-pihak lain seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Philip Securities sebagai perusahaan sekuritas.

Terakhir, mereka membangun GI di Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/10).

"Pendirian galeri investasi untuk mengenalkan pasar modal sejak dini pada dunia akademis," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Darmasyah Hadad.

GI di Unipa merupakan ke 62 dan pertama di Maumere dan kedua di NTT. Sebanyak 217 perguruan tinggi telah dibangun galeri sejenis.