BEI Akan Tata Ulang Transaksi Margin

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menata ulang transaksi margin yang diberikan anggota bursa kepada nasabahnya. Pasalnya, dari 70 AB terdaftar yang melakukan transaksi marjin, banyak diantaranya tidak memisahkan rekening reguler dan rekening transaksi margin.

Menurut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa, Alpino Kianjaya bahwa, mendasarkan peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) rekening yang dapat melakukan transaksi margin adalah rekening transaksi margin.

"Namun banyak AB yang menggunakan rekening reguler, kalau reguler T+3 harus setlement," terang dia di Jakarta, Senin (10/11/2016).

Ia mengaku telah memegang data AB yang melakukan hal itu. Namun, ia enggan berinci lebih jauh. Padahal, jika menggunakan rekening reguler akan berisiko mengurangi MKBD (modal kerja bersih disesuaikan) AB sejumlah nilai transaksi margin.

"Kalau mau memberi fasilitas margin, nasabah harus dibukakan rekening margin, sehingga rekening reguler bersih," terang dia.

Lebih lanjut dijelaskan, selama ini BEI tidak bisa melakukan apa-apa karena AB yang memberikan fasilitas margin, namun tidak membuka rekening margin selalu dapat menutup transaksi margin dari nasabah setelah T+3.

"Sedangkan kalau pakai rekening margin, bisa saja settlement pembayaran seminggu atau sebulan, tergantung rasio nasabah bersangkutan," terang dia.

Ia berharap, AB menerapkan manajemen risiko lebih ketat. Dengan memiliki manajemen uang kas yang terukur, maka akan menghindari AB kena suspend akibat gagal menutup transaksi margin. Sebab T+3 AB harus membayar transaksi margin.

"Walau hanya kurang bayar satu perak saja kepada KPEI, di AB akan kena suspend," tandas dia.