Pendapatan 2015 Summarecon Agung Diproyeksikan Rp6,13 Triliun

Pendapatan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) diperkirakan Rp6,13 triliun pada 2015, sebesar 15% di atas pendapatan 2014 sebesar Rp5,33 triliun. Adapun laba emiten properti tersebut diprediksi tumbuh 14% menjadi Rp1,59 triliun, dari Rp1,38 triliun tahun 2014.

 

Tim analis First Asia Capital, Jakarta dalam laporan riset yang dipublikasikan, Selasa (20/10) mengatakan, pendapatan SMRA tahun ini masih tumbuh sekalipun terjadi perlambatan ekonomi nasional. Hingga kuartal III 2015, SMRA mencatat penjualan pemasaran Rp3 triliun, tumbuh 3,44% dibanding periode sama 2014 sebesar Rp2,9 triliun. ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Pencapaian ini, 66,6% dari target perseroan tahun ini,ââÅ¡¬ tulis First Asia Capital.

 

Mengutip manajemen perseroan, First Asia Capital melaporkan, sekitar 80% pra penjualan SMRA selama Januari-September 2015 diperoleh dari proyek Summarecon Serpong, dan 20% dari Summarecon Bekasi. Perseroan juga mengharapkan sumbangan pendapatan dari beberapa proyek perumahan yang diluncurkan hingga akhir tahun ini.

 

Hingga semester I 2015, SMRA telah membukukan laba sebesar Rp529,25 miliar, turun 2,51% dibanding Rp542,92 miliar pada periode sama 2014. Penurunan laba tersebut antara lain disebabkan oleh peningkatan beban keuangan mencapai Rp210 miliar dan beban usaha sekitar Rp701 miliar. Pendapatan usaha emiten properti beraset Rp17,17 triliun per Juni 2015 itu tumbuh 24,4% menjadi Rp2,60 triliun, dari Rp2,09 triliun.

 

Analis First Asia Capital merekomendasikan ââÅ¡¬ÃƒÆ’‹Å“beliââÅ¡¬ÃƒÆ’¢Ã…¾¢ saham SMRA dengan target harga Rp1.660 per unit. Target tersebut, 18,9% lebih tinggi dibanding harga penutupan SMRA, Slasa (20/10) sebesar Rp1.395 per unit. Pada transaksi sesi kedua, Rabu (21/10), saham SMRA tercatat Rp1.465 per unit, naik Rp70 dari penutupan sehari sebelumnya. (*)