See More

09 Oktober 2026, 00:50

09 Oktober 2026, 00:28

09 Oktober 2026, 00:14

08 Oktober 2026, 20:09

08 Oktober 2026, 19:34

08 Oktober 2026, 19:18
obligasi|fixed income|surat utang negara (SUN)|Surat Berharga Negara (SBN)|BNI Sekuritas|analisa market|SBN berdenominasi Rupiah
Oleh: Ivan

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id Riset harian fixed income BNI Sekuritas menyebutkan, harga Surat Utang Negara (SUN) mengalami penguatan pada sesi perdagangan kemarin.
Berdasarkan data dari PHEI, yield SUN Benchmark 5-tahun (FR0104) turun sebesar 12 bp menjadi 5,95%, dan yield SUN Benchmark 10-tahun (FR0103) turun sebesar 4 bp menjadi 6,43%.
Data Bloomberg menunjukkan yield curve SUN 10-tahun (GIDN10YR) turun sebesar 2 bps ke level 6,46%.
Level yield curve SUN 10-tahun saat ini telah berada di bawah dari estimated range untuk minggu ini, yaitu di kisaran 6,48-6,68%.
Volume transaksi SBN secara outright traded tercatat sebesar Rp27,4 triliun kemarin, lebih rendah dari volume transaksi di hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp28,7 triliun.
FR0104 dan FR0106 menjadi dua seri teraktif di pasar sekunder, dengan volume transaksi masing - masing sebesar Rp4,5 triliun dan Rp2,0 triliun.
Sementara itu, volume transaksi obligasi korporasi secara outright tercatat sebesar Rp1,4 triliun.
Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menguat sebesar 0,46%, bergerak dari level Rp16.362/US$ di hari Rabu menjadi Rp16.287/US$ kemarin.
Dari eksternal, US Labor Department pada hari Kamis melaporkan Initial jobless claims pada pekan yang berakhir tanggal 2 Agustus meningkat sebesar 7.000 menjadi 226.000 secara seasonally adjusted , tertinggi sejak pekan yang berakhir pada 5 Juli.
Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan jumlah claims sebesar 221.000 untuk pekan tersebut.
Indikator global menunjukkan sentimen yang sedikit negatif bagi pasar obligasi.
Yield curve US Treasury (UST) 5-tahun meningkat sebesar 2bp menjadi 3,79%, dan yield curve UST 10-tahun meningkat sebesar 1bp menjadi 4,23%. Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia bertahan di level 75bp.
Dengan mempertimbangkan kondisi pasar di atas, BNI Sekuritas melihat demand terhadap instrumen SBN berdenominasi Rupiah akan relatif stabil. Berdasarkan valuasi yield curve, BNI Sekuritas memperkirakan bahwa obligasi berikut akan menarik bagi para investor: FR0058, FR0100, FR0045, FR0075, sebut Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe dalam riset Jumat (08/8).