ANALIS MARKET (12/12/2025): IHSG Diperkirakan Cenderung Bergerak Mixed
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (11/12), IHSG ditutup melemah -80,44 poin (- 0,92%) ke level 8.620,48.
Pelemahan IHSG disebabkan adanya tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti MORA (-14,95%), TLKM (-1,92%), ASII (-2,64%), BREN (-1,82%), BBCA (-0,93%), & BBRI (-1,09%).
Di sisi lain, kekhawatiran mengenai risiko batalnya kesepakatan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat yang langsung di tepis pemerintah.
Dari sisi eksternal, The Fed memberikan sinyal bahwa prospek kebijakan moneternya akan lebih dovish dibanding ekspektasi pasar, dengan Ketua Jerome Powell menyatakan bahwa kenaikan suku bunga tidak lagi menjadi opsi, dan diproyeksikan hanya akan melakukan satu pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun depan.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+1,34%), S&P 500 (+0,21%), & Nasdaq (-0,26%).
Investor beralih dari saham teknologi yang bernilai tinggi ke saham siklikal dan saham nilai yang telah tertekan, setelah The Fed menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,50% -3,75%, serta memberi sinyal jalur pelonggaran yang bersyarat.
Visa naik +6,2% setelah di-upgrade oleh Bank of America, sedangkan Mastercard dan American Express masing-masing melonjak +4,6% dan +2,5%.
Saham-saham keuangan besar seperti JPMorgan (+2,3%), UnitedHealth (+2,6%), Goldman Sachs (+2,5%), Wells Fargo (+2,2%) dan Progressive (+3,4%) unggul dalam kinerja.
Namun, melemahnya sektor teknologi tetap berlanjut dan membatasi kenaikan, karena Oracle turun -10,8% setelah laporan pendapatan dan penjualan cloud yang mengecewakan serta prospek pengeluaran yang lebih suram membangkitkan keraguan tentang kecepatan pengembalian investasi AI.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung bergerak mixed,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (12/12).

